Bikin Font Linux lebih enak dimata

Tuesday, March 24, 2009 1:38
Posted in category Linux

Karena kebiasaan di dunia Windows, mata ini jadi kurang biasa dengan segala kecanggihan Linux. Huruf di Linux yang konon katanya pasti lebih cantik dan lebih enak dimata terasa nggak biasa, terlihat lebih tebal dan berbayang.

Buat saya atau mungkin juga orang yang kelamaan di jamannya windows 98 dulu, huruf yang nggak ngembang dan simple saja jauh lebih enak dipandang dan dibaca.

Kemaren pas ngejadiin Server yang pake Linux Ubuntu 8.04 di warnet Guevara (Padangsidimpuan) supaya sekaligus jadi komp billing berhasil dapet caranya ngembaliin font linux seperti di windows(9x), nggak pake antialias, nggak pake smooth. Terasa enak dimata. Ternyata perintahnya simple saja, cuma satu baris. Tapi sayangnya saya lupa dapat caranya itu dimana, dan nggak dicatat karena keburu ngejar waktu supaya cepat balek ke Perbaungan. Biasanya saya selalu mencatat kalau ada hal baru di linux jika saya rasa penting banget. tapi, ya, mungkin karena merasa sok punya ingatan yang kuat. Sombong juga. :P

ya, mudah-mudahan saja kutipan yang dibawah ini adalah cara yang dulu saya dapatkan. Setidaknya disini ada petunjuk bahwa, ternyata semua contoh config untuk urusan font di linux sudah tersedia di satu tempat ini. Kita cuma butuh bikin simbolik link saja.

Berikut kutipan tersebut :

Turning hinting on in Ubuntu is actually very easy. All available font configuration options are in “/etc/fonts/conf.avail”. So to enable hinting, we just make a symbolic link of the “10-autohint.conf” file to “/etc/fonts/conf.d”.

sudo ln /etc/fonts/conf.avail/10-autohint.conf /etc/fonts/conf.d/. -s

Then simply logging out will turn hinting on.

Terus, pas lihat font di billing server yang pakai indobilling jeleknya minta ampun, tanya ke costumer servicenya ngasih solusi cuma gedein resolusi layar saja. ternyata itu pun tidak merubah font bawaan X (yang nggak ngaruh ama setting GTK*) tetep jelek.

Akhirnya dengan kotak-katik sendiri tinggal nambahin sedikit option saja di Setting Login GDMnya.

ini kutipannya :

Changing Font size in gdm login screen (add “-dpi 96″ to Xorg server)

silahkan cari sendiri dimana dimasukkan. itu tambahan -dpi 96

gBilling billing GTK+ yang lama ditunggu-tunggu

Friday, January 2, 2009 1:31
Posted in category Uncategorized

Billing adalah kendala utama yang dihadapi teman-teman yang ingin memigrasikan warnetnya ke Linux. Berbagai billing untuk linux pernah saya coba, yang berbayar maupun yang tidak berbayar. Tetapi kebanyakan tidak memuaskan, apalagi kalau yang bayar tidak murah dan ternyata tidak memuaskan hanya menambah kecewa dan menyesal telah mengeluarkan uang yang rata-rata billing untuk linux justru lebih mahal harganya.

CCL-Fox sangat jauh berbeda dengan billing yang biasa dipakai warnet (Billing Explorer dan IndoBilling) karena tidak menerapkan login dengan username kesayangan cuma klik disini untuk mulai. agak repot kalo orang tukang utang :P

Sedangkan Billing Explorer terbilang sangat mahal dan terlalu kontras dengan Linux yang gak bayar.

IndoBilling terlalu kurang nyaman, berat dan tampilannya gak keren, porting ke linuxnya kelihatan maksa banget, interfacenya kayak linux jaman baholak. halah pada ngerti nggak ya.

Pakai BiOS harus mengorbankan Firefox di Client, nah jadi gimana?

Setelah bertahun nggak berurusan dengan billing karena sudah punya 2 lisensi untuk pakai Billing Explorer dan 1 IndoBilling. Walaupun yang Billing Explorer adalah untuk server Windows tapi dijalankan saja secara paksa di Ubuntu dengan bantuan Wine.

Billing Explorer

Billing Explorer

Ini malam gara-gara blogwalking soal ada yang nggak senang dengan copy paste tulisan blog eh ketemu gBilling. Langsung Sedot dan coba kasih kabar ke teman-teman yang belum jadi-jadi migrasinya ke Linux, untuk sementara bolehlah ditest di Windows.

ini Screenshotnya (Windows ma Linux cuma beda interface/themes GTK2nya

Gambar layar belum login

Gambar layar belum login

Tampilan Billing client yang sudah login

Tampilan Billing client yang sudah login

gbilling-server

gBilling Server Ubuntu Linux

gBilling Server Ubuntu Linux

cuma, pas dicoba di Windows, ketika server diclose begitu saja, gak bisa dijalankan lagi, karena server masih berjalan di background. solusinya nonaktifkan dulu server baru diclose. kalau sudah terlanjur jalankan taskkill /f /im gbilling-server.exe

Untuk instalasinya tidak sulit, baik di Windows maupun di Linux (Ubuntu)

Sedangkan untuk fitur-fiturnya anda yang menggunakan atau sekadar mencoba diminta untuk request ke pengembangnya di http://gbilling.sf.net

File sharing dengan samba

Tuesday, December 2, 2008 21:11
Posted in category Linux

Samba adalah nama aplikasi untuk menangani protokol smb dan nmb di linux(nggak cuma di linux sih, bahkan di semua OS, asal bisa dicompile).

Protokol SMB digunakan untuk layanan berbagi pakai file dan printer

Protokol NMB digunakan untuk layanan domain manager dan wins (server penamaan NetBios)

Samba menjadikan mesin linux terbaca di protokol penamaan netbios di windows, sehingga mesin windows dapat mengenali mesin linux hanya dengan nama pendek seperti \\ws1 \\linux \\server dll

sehingga jika hendak di ping dari mesin windows pun bisa langsung dengan nama pendeknya

C:\>ping linux

Pinging linux [192.168.0.1] with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=64

Ping statistics for 192.168.0.1:
Packets: Sent = 3, Received = 3, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

Sedangkan NetBios adalah protokol koneksi jaringan(layaknya tcp/ip tapi dalam skup LAN) dengan identitas langsung nama komputernya (hostname) dan workgroup atau domain layaknya netmask.  Jadi tidak ada IP pun tetap bisa tersambung(tetapi tidak untuk semua aplikasi terkenal yang menggunakan tcp/ip)

coba diperiksa apa saja paket atau perintah-perintah yang berkenaan untuk smb ini di linux

server@Linux:~$ smb[tab]
smbcacls    smbcontrol  smbd        smbpasswd   smbstatus   smbtree
smbclient   smbcquotas  smbget      smbspool    smbtar

jika tidak ada maka kita perlu menginstallnya, (mudah-mudahan sudah ada)

kita tidak akan membahas menginstall paket samba disini( akan dibahas di tulisan lain)

dalam kasus ini kita ingin membagi pakai folder/direktory dan printer.

atur configurasi samba di /etc/samba/smb.conf berikut potongan-potongan smb.conf, yang kira-kira perlu.

server@Linux:~$ sudo pico /etc/samba/smb.conf
[global]

## Browsing/Identification ###

# Change this to the workgroup/NT-domain name your Samba server will part of
workgroup = HARITS
netbiosname = Linux

# server string is the equivalent of the NT Description field
#   server string = %h
server string = Ubuntu

# Windows Internet Name Serving Support Section:
# WINS Support - Tells the NMBD component of Samba to enable its WINS Server
wins support = yes

# WINS Server - Tells the NMBD components of Samba to be a WINS Client
# Note: Samba can be either a WINS Server, or a WINS Client, but NOT both
;   wins server = w.x.y.z

# This will prevent nmbd to search for NetBIOS names through DNS.
dns proxy = yes

# What naming service and in what order should we use to resolve host names
# to IP addresses
name resolve order = lmhosts host wins bcast
#### Networking ####

# The specific set of interfaces / networks to bind to
# This can be either the interface name or an IP address/netmask;
# interface names are normally preferred
;   interfaces = 127.0.0.0/8 eth0
interface = 192.168.0.0/24 eth0
hosts allow = 192.168.0.
# “security = user” is always a good idea. This will require a Unix account
# in this server for every user accessing the server. See
# /usr/share/doc/samba-doc/htmldocs/Samba3-HOWTO/ServerType.html
# in the samba-doc package for details.
security = user

#  guest account = nobody
invalid users = root

# This boolean parameter controls whether Samba attempts to sync the Unix
# password with the SMB password when the encrypted SMB password in the
# passdb is changed.
unix password sync = yes

# This option controls how nsuccessful authentication attempts are mapped
# to anonymous connections
map to guest = bad user

########## Printing ##########

# If you want to automatically load your printer list rather
# than setting them up individually then you’ll need this
load printers = yes
[printers]
comment = All Printers
browseable = no
path = /var/spool/samba
printable = yes
guest ok = no
read only = yes
create mask = 0700
[print$]
comment = Printer Drivers
path = /var/lib/samba/printers
browseable = no
read only = yes
guest ok = yes
writable = nop
[data]
path = /opt/data
comment = Linux Shared Document\’s Folder
available = yes
browseable = yes
public = yes
writable = yes
guest ok = yes
veto files = /folder.htt/desktop.ini/folder.vtt/*.cmd/*.bat/*.vbs/*.eml/*.nws/riched20.dll/*.exe/autorun.inf/*.js/

Yang paling penting adalah, pada bagian [global], workgroup dan netbiosname komputer disini saya buat LINUX, silahkan buat yang lain, jangan ada nama yang sama di workgroup

pada bagian #### Networking ####

interface = 192.168.0.0/24 eth0
hosts allow = 192.168.0.

ini menentukan lewat interfaces mana komputer kita dikenali di jaringan netbios dan dari ip mana saja yang diperbolehkan tersambung.

kemudian pada bagian printer biasanya semua printer yang terdaftar pada CUPS (printer spooling server) akan disharing.

dan yang terakhir adalah folder mana yang hendak kita sharing

contoh di atas adalah folder /opt/data dengan nama sharingnya data sehingga jika diakses URLnya \\LINUX\data

sedangkan parameternya sangat mudah dipahami. seperti browseabl, jika di set no maka tidak terbaca di jika dicari secara broadcast. tapi masih terbuka jika diketikkan urlnya. parameter writable jika…

gara-gara speedy dudul jadi nggak kesimpan semua. capek ngetiknya cuma terimpan separuh, lupa udah sampe mana.

ada tambahan dikit, yaitu parameter yang paling saya sukai di samba ini, yang justru tidak ada di OS siempunya protokol smb (windows) adalah veto files, yang mana dengan veto file kita dapat membatasi file apa saya yang tidak boleh berada di folder sharing kita. Hati-hati dengan contoh di atas. karena folder anda tidak akan bisa untuk menyimpan file dengan ekstensi .exe

Menjadikan Linux(ubuntu) sebagai gateway

Tuesday, December 2, 2008 1:14
Posted in category Linux

ita tidak membahasa linux dalam arti semua distro linux, (terlalu panjang ceritanya kalau semua) sebagai acuan, distro yang kita gunakan adalah distro Ubuntu, kali ini masih versi 8.04 tapi belum terlalu jauh perubahannya di 8.10, dan layar kita untuk sementara tidak menggunakan GUI atau X tetapi hanya dengan console atau terminal saja yang dapat juga diakses secara remote. Untuk meremotenya saya menggunakan Putty karena enak copy pastenya :) jadi lebih mudah disharing kemari.

Pertama anda atau kita sudah mengenal text editor kesukaan penulis yaitu pico sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Sangat membantu jika kita sudah sedikit tahu tentang networking(jaringan) seperti, apa itu IP, ethernet, dial up, gateway, dns, port, firewall dll walaupun cuma sekedar pernah mendengarnya. :P

Sebelum kita bisa bekerja dengan linux secara remote, yang pertama kita harus mengatur IP daripada LAN Card (ethernet) kita.

bisa dengan perintah

$ sudo ifconfig eth0 192.168.0.10

Untuk melihat hasilnya dengan perintah

$ ifconfig

contoh

server@Linux:~$ ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:0d:87:09:dd:31
inet addr:192.168.0.10  Bcast:192.168.0.255  Mask:255.255.255.0

Biasanya Netmask sudah otomatis ngikut dari kebiasaan ip class c 192.168.0.x yaitu 255.255.255.0

untuk mengatur atau menentukan gateway mesin linux kita gunakan perintah langsung

$ sudo route add default gw 192.168.0.1

lihat hasilnya dengan $ route

misalnya 192.168.0.1 adalah ip router kita, tapi jika linux kita tidak melalui router dari koneksi ethernet default gateway tidak perlu, karena akan otomatis didapat dari koneksi ppp nantinya.

perintah yang diatas ini tidak permanent, karena apabila mesin direstart maka semuanya akan kembali kepada semula. untuk itu perlu dimasukkan ke dalam file configurasinya.

server@Linux:~$ sudo pico /etc/network/interfaces

isinya sebagai berikut

auto lo
iface lo inet loopback

iface eth0 inet static
address 192.168.0.10
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.0.1

auto eth0

Simpan dengan Ctrl+x+y

bila perlu restart network kita dengan

server@Linux:~$ /etc/init.d/networking restart

mesin linux kita sudah terkoneksi ke jaringan LAN, test dengan perintah ping dari komputer lain

C:\>ping 192.168.0.10

Pinging 192.168.0.10 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time<1ms TTL=64

Ping statistics for 192.168.0.10:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

sudah ada balasan dari mesin linux kita, tandanya sudah benar-benar terkoneksi.

tapi belum bisa dijadikan sebagai gateway, karena belum punya koneksi ke internet

Kebetulan saya menggunakan koneksi speedy, jadi untuk sementara bolehlah kita sambungkan ke internet dengan speedy

Untuk dial up nanti kita bahas juga sekilas

pada perintah pppoe-setup, untuk menjadikannya sebagai gateway pada sesi FIREWALLING kita pilih masquerade yaitu 2

Setelah kita punya koneksi internet dengan speedy pertama kita lihat dulu apakah kernel kita mendukung untuk ip forward dan apakah sudah diaktifkan

server@Linux:~$ cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
1

jika isinya 0 ganti dengan 1

server@Linux:~$ sudo echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

server@Linux:~$ sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE
server@Linux:~$ sudo iptables -A FORWARD -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j ACCEPT

Mesin kita sudah bisa jadi gateway, sekarang tinggal set client(komputer yang ingin konek ke internet melalui mesin linux kita) gateway ip 192.168.0.10

tapi jangan gembira dulu, perintah di atas belum permanent.

supaya permanent perlu dimasukkan ke /etc/rc.local supaya setiap booting perintah tersebut dijalankan

server@Linux:~$ sudo pico /etc/rc.local

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE
iptables -A FORWARD -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j ACCEPT

Ctrl+x+y

selamat, walau direstart opsi masquerade tetap aktif.

Sebenarnya masih banyak cara yang lain, cuma, karena faktor kebiasaan dan karena belajarnya dulu begini jadi susah untuk merubahnya, dan kebetulan dengan cara seperti ini pun sudah tersambung dan saya puas karena nggak pernah mengulah dari dulu.

Koneksi internet(speedy) dengan pppoe (ppp over ethernet)

Tuesday, December 2, 2008 1:06
Posted in category Linux

Tulisan ini sebelumnya bagian dari tulisan menjadikan linux sebagai gateway

tapi gak apapa karena ini cuma sekilas dan sangat nyambung pula

Sebelumnya kita harus sudah punya line telepon, mendaftar ke plasa telkom, mendapatkan sebuah modem, username dan password. juga jangan lupa tagihannya. :)

Kebetulan saya menggunakan speedy paket office yang bisa digunakan secara 24 jam tanpa time limit, jadi yang pertama kita bahasa adalah untuk koneksi 24 jam.

coba periksa kelengkapan command yang dibutuhkan untuk koneksi pppoe dengan perintah

$ pppoe[tab]

o iya gunakan tab untuk menyambung secara otomatis kepada perintah atau file yang berkaitan. seperti di atas, tombol tab ditekan langsung tanpa spasi. contoh

server@Linux:~$ pppoe
pppoe            pppoe-connect    pppoe-relay      pppoe-setup      pppoe-start      pppoe-stop
pppoeconf        pppoe-discovery  pppoe-server     pppoe-sniff      pppoe-status

jadi kita tahu apa-apa perintah yang dapat kita coba.

baik, kita coba 1 yaitu pppoe-setup (saya lupa, apakah ini saya yang install secara manual atau bawaan ubuntu, karena ada 1 lagi yaitu pppoeconf. nanti kita bahas keduanya)

server@Linux:~$ pppoe-setup
Welcome to the Roaring Penguin PPPoE client setup.  First, I will run
some checks on your system to make sure the PPPoE client is installed
properly…

/usr/sbin/pppoe-setup: Sorry, you must be root to run this script

Mudah-mudahan bisa dimengerti apa maksudnya, yaitu kita harus sebagai root untuk menjalankannya.

server@Linux:~$ sudo pppoe-setup
Welcome to the Roaring Penguin PPPoE client setup.  First, I will run
some checks on your system to make sure the PPPoE client is installed
properly…

Looks good!  Now, please enter some information:

USER NAME

>>> Enter your PPPoE user name (default root):

contoh X11231000XXX@telkom.net

INTERFACE
>>> Enter the Ethernet interface connected to the DSL modem
For Solaris, this is likely to be something like /dev/hme0.
For Linux, it will be ethn, where ‘n’ is a number.
(default ):

Enter saja, jika kita tidak punya 2 ethernet atau lebih, jika ethernet kita ada 2 kita harus menentukan yang mana untuk tersambung ke model adsl yang mana ke LAN, jika memang dipisah, tapi karena saya menggunakan 1 ethernet saja ya saya pilih default yaitu enter saja (eth0)

DNS
Do you want the link to come up on demand, or stay up continuously?
If you want it to come up on demand, enter the idle time in seconds
after which the link should be dropped.  If you want the link to
stay up permanently, enter ‘no’ (two letters, lower-case.)
NOTE: Demand-activated links do not interact well with dynamic IP
addresses.  You may have some problems with demand-activated links.
>>> Enter the demand value (default no):

enter saja

PASSWORD

>>> Please enter your PPPoE password:
Masukkan password speedynya

>>> Please re-enter your PPPoE password:

Ulangi passwordnya

FIREWALLING

Please choose the firewall rules to use.  Note that these rules are
very basic.  You are strongly encouraged to use a more sophisticated
firewall setup; however, these will provide basic security.  If you
are running any servers on your machine, you must choose ‘NONE’ and
set up firewalling yourself.  Otherwise, the firewall rules will deny
access to all standard servers like Web, e-mail, ftp, etc.  If you
are using SSH, the rules will block outgoing SSH connections which
allocate a privileged source port.

The firewall choices are:
0 - NONE: This script will not set any firewall rules.  You are responsible
for ensuring the security of your machine.  You are STRONGLY
recommended to use some kind of firewall rules.
1 - STANDALONE: Appropriate for a basic stand-alone web-surfing workstation
2 - MASQUERADE: Appropriate for a machine acting as an Internet gateway
for a LAN
>>> Choose a type of firewall (0-2):

Pilih 2 untuk berbagai pakai (internet connection sharing kalo di windows), bila cuma 1 unit saja ya pilih 1.

** Summary of what you entered **

Ethernet Interface:
User name:          X11231000XXX@telkom.net
Activate-on-demand: No
DNS:                Do not adjust
Firewalling:        MASQUERADE

Pilih Y

>>> Accept these settings and adjust configuration files (y/n)? y
Adjusting /etc/ppp/pppoe.conf
Adjusting /etc/ppp/pap-secrets and /etc/ppp/chap-secrets
(But first backing it up to /etc/ppp/pap-secrets-bak)
(But first backing it up to /etc/ppp/chap-secrets-bak)

Congratulations, it should be all set up!

Type ‘pppoe-start’ to bring up your PPPoE link and ‘pppoe-stop’ to bring
it down.  Type ‘pppoe-status’ to see the link status.

$ pppoe-start

untuk mennyambungkan speedy,

$ pppoe-stop

dan

$ pppoe-status

untuk melihat statusnya.

Kemudian tadi kita lihat masih ada cara 1 lagi dengan menggunakan pppoeconf

coba langsung dengan

$ pppoeconf

jika dibutuhkan privileges root tinggal pakai sudo saja

kelebihan pppoeconf ini adalah adalanya pilihan untuk autoconnect at boot, ini sangat membantu untuk membuat auto connect ketika booting, biasanya dipakai untuk mesin yang konek ke internet 24 jam.

dan perintah ntuk menyambungkannya adalah

$ pon

dan memutuskannya cukup dengan

$ poff

Jika diaktifkan di auto connect at boot maka akan ada tambahan di /etc/network/interfaces

iface ppp0 inet ppp
provider ppp0

auto ppp0

atau bisa menggunakan apa yang dibuat oleh settingan pppoeconf

iface dsl-provider inet ppp
pre-up /sbin/ifconfig eth0 up # line maintained by pppoeconf
provider dsl-provider

auto dsl-provider

coba lihat apakah interface ppp0 sudah aktif

server@Linux:~$ ifconfig

ppp0      Link encap:Point-to-Point Protocol
inet addr:125.162.36.199  P-t-P:125.162.36.1  Mask:255.255.255.255

ping yahoo.com untuk mentest(jika perlu)

server@Linux:~$ ping yahoo.com
PING yahoo.com (206.190.60.37) 56(84) bytes of data.
64 bytes from w2.rc.vip.re4.yahoo.com (206.190.60.37): icmp_seq=1 ttl=46 time=316 ms
64 bytes from w2.rc.vip.re4.yahoo.com (206.190.60.37): icmp_seq=2 ttl=46 time=318 ms

— yahoo.com ping statistics —
5 packets transmitted, 4 received, 20% packet loss, time 3997ms
rtt min/avg/max/mdev = 316.890/333.897/378.023/25.542 ms

Ctrl+c untuk menghentikannya

Text editor sebagai dasar dan kebiasaannya

Tuesday, December 2, 2008 0:16
Posted in category Linux

Untuk belajar linux, biasanya selain daripada kebiasaan hasil belajar sendiri kadang juga terbiasa mengikuti dari guru yang pertama, sehingga terbiasa dan susah meninggalkannya.

contohnya adalah, seperti saya (Darojatun) untuk membuka shell di linux secara remote di OS Windows saya lebih terbiasa menggunakan protokol ssh (antar muka jarak jauh berbasis text(seperti telnet) yang terenkipsi, dengan syarat sshd di komputer yang mau diremote sudah berjalan, biasanya  menggunakan port 22) sedengan ssh client yang bernama Putty. Jika sedang menggunakan OS linux saya lebih suka membukanya dari terminal(aterm, xterm, gnome terminal dkk) saya biasanya lebih suka langsung dengan perintah ssh username@host.remote walaupun tersedia putty versi linux. Untuk membuka shell langsung di box jika memang ada Xnya saya lebih suka masuk ke X walaupun cuma dapat xterm, kecuali jika terpaksa karena nggak bisa masuk X (biasanya karena tampilan atau resolusi X yang rusak) ya mau gimana lagi  masuk ke console (dengan menekan Ctrl+Alt+F1 jika Xnya ada tapi kacau. jika tidak ada X biasanya langsung login di concole(TUI/Text User Interface)).

Selain dari program yang digunakan untuk konek ke mesin linux, program yang digunakan di linux juga sangat tergantung kebiasaan yang susah ntuk diubah. Seperti untuk text editor di linux ada yang terbiasa dengan vi atau vim, nano dll, tapi bagi saya jika ada saya lebih suka dengan pico walaupun pico ini ya nano juga, tapi saya lebih terbiasa menggunakan pico daripada nano.

Untungnya Distro kesayangan (Ubuntu) sudah menyediakan pico, kalau belum ada pun saya akan berusaha menginstall pico/nano.

Jadi bagi yang belum terbiasa dengan pico dan ingin ikut dengan saya berikut pelajaran pertamanya :

Mengenal sekilas text editor versi TUI, pertama kita harus tahu bagaimana masuk dan bagaimana keluarnya, ini berlaku juga untuk yang lain, seperti bisa menyalakan komputer kita juga dituntut harus bisa menyalakan dan mematikan komputer sesuai prosedur, begitu juga dengan aplikasinya.

Masuk ke text editor pico/nano:

untuk mengedit file-file denagn permission user biasa(file-file seperti di home kita) kita langsung saja buka dengan perintah

$ pico [enter]

(yang diketik cuma “pico”, $ adalah tanda kita sebagai user biasa jika sebagai root (super user) akan berganti dengan # dan [enter] maksud saya tekan saja tombol enter)

dan apabila kita hendak menggunakan pico untuk langsung mengedit file

$ pico /path/filenya [enter]

misal

server@Linux:~$ pico .bashrc

Jika kita login sebegai user biasa dan hendak mengedit file dengan permission yang membutuhkan login sebagai root, yang pertama kita harus login dulu sebagai root atau pindah dengan perintah su. Sedangkan pada beberap distro seperti ubuntu yang tidak punya user root untuk login kita bisa menggunakan sudo

seperti contoh :

server@Linux:~$ sudo pico /etc/resolv.conf
[sudo] password for server:

masukkan password login kita(bukan password root/user root tidak ada)

Setelah masuk kita coba untuk keluar dengan perintah Ctrl+x, jika kita tidak membuat perubahan pada file yang kita buka maka tdak ada pertanyaan overwrite yes/no (tekan Y untuk Yes dan N untuk No dan Ctrl+c untuk kembali ke layar pengeditan).

Berikut perintah yang sering saya gunakn di pico

Ctrl+k untuk mengcut baris

Ctrl+u untuk mempaste

Ctrl+w untuk mencari

Ctrl+c melihat nomor baris (jika di layar pengeditan)

Ctrl+c membatalkan perintah (jika di layar dialog)

Ctrl+r membuka file

Ctrl+o menyimpan

Ctrl+x keluar

untuk beberapa perintah yang berkelanjutan sekaligus kita bisa langsung menggabungkan perintah

seperti :

Ctrl+x+y keluar dan langsung menyimpan

Ctrl+x+n keluar tanpa menyimpan

Ctrl+r+t membuka file dari pilihan

dan masih banyak lagi yang mudah dipelajari karena perintah yang kita butuhkan langsung terlihat di bagian bawah layar pico, sehingga jika kita lupa kita masih bisa melihatnya. Tidak perlu menghapalnya.

Selamat mencoba, dipraktekkan dan bila perlu dibiasakan, jadi kalo mau sharing dengan saya nggak perlu bingung lagi.

Distro-Distro Linux Yang cocok buat komputer kebanyakan di Indonesia

Wednesday, September 10, 2008 15:34
Posted in category Linux, Uncategorized

Dari dulu pengen sekali mensosialisasikan linux sebagai system operasi yang sejajar dengan OS yang lainnya semacam Windows dan Mac. Akan tetapi di lapangan, yang sering menjadi kendala dalam penerapan linux untuk Komputer Personal adalah masalah tidak semuanya tersedia Koneksi Internet. Sementara seperti Distro Terkenal Ubuntu dan Distro-distro besar lainnya, tidaklah bisa dikatakan langsung bisa dipakai oleh kebanyakan orang Indonesia. Walaupun dikatakan Ubuntu sudah bisa nonton dan dengan lagu, tapi itu cuma format yang didukung ubuntu saja, semenatar koleksi lagu-lagu sudah hampir semuanya mp3 dan untuk memutar mp3 ini ubuntu harus terkoneksi ke repositori untuk menginstall paket-paket yang dibutuhkan. Untuk tersambung ke repositori haruslah memiliki koneksi internet. Sementara ada alternatif yang lain, yaitu menggunakan DVD repositori, nah ini pun masih menjadi kendala dikarenakan tidak semua komputer ada drive DVD romnya, apalagi di daerah setingkat kabupaten ini sangat jarang sekali. Bagi yang memiliki DVDrom pun masih berpikir ulang untuk memiliki DVD Repo, karena bisa dibayangkan, hanya untuk menginstall beberapa Mb file program harus memiliki berGb-Gb file yang tidak semuanya dibutuhkan. Akhirnya semua alternatif untuk memiliki OS yang murah dan legal bukannya menjadikan murah pengeluaran, bahkan menjadi sangat besar, bagaimana tidak, untuk biaya koneksi internet harus menyediakan line telepon dll, yang jelas tidak murah, untuk memiliki dvd Repo yang 6 DVD sepertinya sangat berlebihan sekali hanya untuk memutar lagu kesayangan dengan format mp3. Dibawa ke teknisi, jarang teknisi yang ngerti linux, kalau dibawa ke yang ngerti nggak mungkin nggak ngasih lebih dengan kelebihan yang dimiliki si teknisi. Yang jelas harus mikir untuk ngasih lebih. Akhirnya rata-rata linux hanya digunakan untuk test dan lihat-lihat saja. tak digunakan.

Tapi sebenarnya disinilah keistimewaan Linux, tak bisa dengan distro yang satu jangan takut untuk ambil yang lain. Jangan terpaku dengan nama besar distro yang banyak dipakai dan rame dibicarakan. Camkan bahwa “Distro Linux bukan satu”. Nah, bagaimana melawan gejolak di hati yang maksa kudu pakai distro terkenal ini, sudah kadung bangga dapat kiriman dari Belanda, dari Orang Afrika, Ubuntu mang!. Halah.

Jangan berprasangka buruk dulu, untuk dapat tetap menggunakan distro kesayangan anda kita tidak harus pakai cd sumber yang satu itu saja, buat apa sih mengorbankan kemudahan buat diri sendiri demi cd tercinta? disinilah kadang orang salah sangka dan kurang nangkep beda distro dengan cdnya.

Tidak perlu mengorbankan kinerja demi merasakan kecanggihan distro tercinta.

Kadang-kadang sebagian orang merasa bahwa tenarnya satu distro ini salah satunya dikarenakan kecanggihannya, sehingga banyak yang maksa supaya pakai ini distro, padahal distro tersebut sangat lemot berjalan di PCnya. Buat apa sih berlemot ria demi kecanggihan distro yang “emang nggak ada yang canggih tapi nggak lemot?”. Padahal seperti yang saya rasakan sendiri, Ubuntu 8.04 lah misalnya ini jika dipasang di Komputer dengan CPU Pentium III 800Mhz dan RAM 256 saja masih sangat berat ditanggung si komputer, jalannya bak siput, (jika dibandingkan dengan menggunakan WinXP bajakan yang diminimalis abis). Apa betah seperti ini?.

Tidak perlu mengorbankan kecanggihan demi kinerja. :)

Lha ini kebalik pula? Untuk dapat merasakan Distro kesayangan tetap berjalan dikomputer kesayangan sebagian dari kita harus rela kecanggihan distro tersebut dikorbankan demi biar bisa kerja dengan wuss-wuss wussss….

Solusinya… Nggak ada yang perlu dikorbankan.

Banyak distro-distro gurem. (halah emang partai apa.) yang sebenarnya jauh lebih canggih dan lebih memikirkan penggunanya. Kenapa bisa begitu? karena distro gurem ini tidak banyak mikir ke lisensi, apa iya sih perusahaan besar tega menuntut seorang pribadi yang nggak ngambil keuntungan apa-apa secara materi dari memanfaatkan software, pustaka, atau fitur yang memang gratis.

Nggak perlu koneksi internet kalau memang nggak ada.

Banyak distro-distro yang bukan dari perusahan atau komunitas yang besar justru meracik distronya lengkap sesuai dengan apa yang biasa diperlukan dalam sebuah komputer personal atau pribadi. Langsung bisa muter lagu kesayangan dengan format kesayangan mp3, memutar clip-clip video kesayangan, dan mengerjakan pekerjaan harian.

Nggak perlu 6 keping DVD

Kalau isinya sudah melengkapi keperluan, tentu kita tidak butuh repositori yang begitu banyak filenya, yang memang nggak dipakai semua. untuk penambahan beberapa aplikasi cukup ke warnet download filenya dan install dengan mudahnya. Mengapa begitu? Jika pada distro yang besar tadi, yang tidak bisa memainkan mp3. Yang dibutuhkan untuk memainkan sebuah mp3 bukan hanya aplikasi pemutarnya, tapi butuh juga library atau pustaka-pustaka ini itu. sehingga dependensinya mau sampe puluhan MB.

Nggak perlu meninggalkan distro kesayangan.

Distro-distro gurem juga banyak yang dari turunan distro yang terkenal, jadi tetap saja anda bisa gabung dengan pengguna distro-distro besar. Ceritanya tetap nyambung.

Ini dia distro-distro yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. :

  • SAM Linux (Distro ini turunan PCLinuxOS) Keren, lengkap-lengkip dan manis.
  • Bisa dipesan disini untuk yang 2008 atau disini yang 2007. 2007 juga masih keren abiez
  • Dream Linux (Ini juga masih turunan PCLinuxOS) Tampilannya menawan, cukup lengkap
  • Mint 5 XFCE, Terkenal dengan stylenya yang aduhai.
  • GoblinX, Pustakanya lengkap, sudah ada QT dan GTK, KDE ma Gnomenya juga bisa dicoba, jika berat gunakan XFCE. bahkan fluxbox pun bisa, sangat ringan dan lengkap.
  • Dewa Linux Eiffel, yang ini Ubuntu juga. Asli bikinan anak negeri. cuma kodenamenya Eiffel karena diracik di Paris. bukan pasar inpres.
  • BlankOn Linux juga sekarang ini Ubuntu, :)
  • ZenCafe, turunan Zenwalk, lengkap, sederhan. banyak dipakai untuk warnet.

Masih banyak yang lain. Mau ngasih tahu atau mau tahu? maenkan di comment. :)

SAM Linux 2007 memukau

Sunday, August 24, 2008 0:27
Posted in category Linux

Hari ini bakar iso-iso yang keren keren untuk ditest, karena kompi server udah nggak mampu lagi maenan virtualbox. HDD 300GB dah penuh iso iso. RAM sibuk ngedownload. CPU juga sibuk, habis semua resource yang ada. Terpaksa korbanin 1 Kompi Client untuk dijadikan kelinci percobaan. lebih enak gini, karena dapat realnya.

OK test kali ini sampai di SAM Linux 2007, sebetulnya kalo nggak salah ini iso udah duluan di download daripada DVD-DVD, tapi karena kebanyakan sudah, akhirnya lupa yang mana-mana, terpaksa searching lagi di internet. Kemaren pas cek lagi ke situsnya masing-masing wah nemu screenshotnya.. masya Allah. Nggak tahan lagi untuk ngetest nih di real kompi. eh cuma ngetest GoblinX blom selesai. Penasaran ama SAM ini seperti apa yang tampilannya. ah sepertinya ini yang bikin pertanyaan. Kalau Dream Linux udah kelihatan. Jadilah bakar cd SAM Linux. langsung diboot ke kompi di salah satu client warnet. padahal baru abis ngetest GoblinX blom puas.

Begitu CD dimasukin, boot… wah baru tampil booting aaja udah full warna, cantik betul. nggak sabar nunggu tampilan selanjutnya, yaitu login windownya, nggak sabar lagi gimana tampilannya, waaah iconnya keren, plug… muncul menu seperti punya MAC, tapi diatas, ada volume controlnya juga bagus, keren abis.

Terus nggak sabar untuk ngetest gimana ringannya, wah ternyata ringan banget dengan tampilan secantik ini. Puas, pokoknya Nilai 9 lah kalo di rapor.

Aplikasinya gimana? wah jangan ditanya, udah ada 2 pilihan untuk Officenya, mau yang ringan ada abiword ama gnumeric, mau yang optimal, pake OOo sudah ada. Multimedianya bagaimana? lengkap, coba muter mp3 langsung dari mp3 server yang dibuka di Firefox, wah langsung bisa diputar pake XMMS. ah pokoknya Senang sekali ngetest hari ini. nggak sabar pengen pake sendiri buat kerja atau dijadiin OS di client.

Dijalankan di Komputer dengan spesifikasi hardware :

Processor : Intel Pentium  III (Katmai) 500 Mhz

RAM : 256MB

Monitor resolusi enaknya 1024×768 24 bit. dan ini pula defaultnya SAM Linux.

Selanjutnya test diinstall di Komputer, sayang setelah diinstall settingan seperti di livenya hilang, tapi nggak susah untuk mensettingnya. test cantik. :) Nggak perlu ngiler kalo pengen punya yang seperti ini, bisa pesan sama saya di http://pc007.co.cc nggak pake mahal, untuk bulk order bisa langsung kontak saya dari fasilitas Contact Us.

OK ini dia Screenshotnya

satu lagi samlinuxnya

satu lagi samlinuxnya

Ini dia tampilannya

Ini dia tampilannya SAM Linux 2007

Lebih banyak :

Linux Screenshot

Sebagai Tambahan setelah semakin banyak yang ditelusuri di SAM Linux 2007 ini. Sam Linux sudah terinstall Program-program yang biasa diperlukan seperti :

  • Mozilla Firefox : untuk Browsing Internet
  • Opera : sama
  • Mozilla Thunderbird : Email Client
  • Gimp : Gantinya Photosop
  • Sodipodi : Gantinya : Coreldraw
  • XMMS : Pemutar Lagu yang mirip Winamp (Walaupun sekarang di distro lain sudah digantikan dengan Audacious, menunggu pengembang XMMS upgrade ke GTK2)
  • Wine : Emulator Windows yang mana kita bisa menjalankan software binarynya windows di Linux.(lihat screenshot, wine menjalankan hampir semua software windows saya yang di flashdisk(Portable Apps) seperti OpenOfficenya Windows, Opera, Putty, Winamp, Abiword, dll)
  • OpenOffice.org Komplit (Write gantinya Word, Calc gantinya Excel, Draw, gantinya Corel, Impress gantinya Powerpoint)
  • Abiword : Word prosessor yang simple dan ringan.
  • Gnumeric : Gantinya Excel juga tapi ringan.
  • dan beberapa aplikasi lain yang perlu-perlu.

Pindah Hosting lagi, yang gratis lagi

Tuesday, August 19, 2008 11:24
Posted in category Hosting

Setelah berpindah-pindah dari satu web hosting gratisan ke web hosting gratisan yang laen, kini pasid.linux.or.id pindah lagi…. horeee pindah lagi. :P ke web hosting …. gratisan lagi. hiks. gratisan terus eui.

tapi ada satu yang membedakan gratisan yang terakhir ini, yaitu ada fasilitas smtpnya, atau phpmailnya bisa jalan alias bisa kirim email dari web. misal untuk pengiriman permintaan password yang baru.

Tampaknya sih yang terakhir ini nggak ada iklan ini itunya, tapi kalau kita jeli ternyata ada juga si empunya hosting nitip kode dikit. dibawah di luar <body> web ini. lalu apa sih keuntungannya yang punya web hosting ngasih gratisan dengan fasilitas yang lumayan?. Tentu ada untungnya, bahkan sangat banyak. Salah satunya adalah apabila salah ketik alamat urlnya, maka error page 404 akan membawa anda ke sebuah halaman yang sudah dirancang oleh siempunya server.

Walaupun gratisan server tempat blog ini dihosting nggak main-main.  Boleh dilihat disini :

Selamat Datang di Pasid.linux.or.id

Sunday, July 13, 2008 10:55
Posted in category KPLI, Linux, Padangsidimpuan

Selamat datang kembali di Pasid.linux.or.id dan selamat datang kembali Pasid.linux.or.id :).
pasid.linux.or.id memang nggak keurus
halooo…. orang Padangsidimpuan… ada nggak yang mau ngurus ini web?
kalau ada hubungi darojatun[at]gmail.com
Pasid.linux.or.id ini memang dibangun masih di lahan gratisan, artinya masih di hosting gratisan yang memang masih ada saja kekurangannnya. tapi untuk pasid.linux.or.id yang sekarang ini hanya cuma 1 lagi kurangnya dalam hal hosting, yaitu nggak bisa kirim email dari web. Ada satu layanan yang tak diberikan untuk akun gratis tanpa banner. di hosting yang sekarang ini, sudah lebih 2 tahun dan belum ada perubahan akan adanya banner atau iklan paksaan dari yang punya hosting walaupun sepertinya sekarang pihak pemiling hosting sudah tidak ada buat lagi program gratisan. bisa di lihat di AwardSpace iklan dikit siapa tahu jadi berbaik hati ngasih fasilitas smtp gratis.

dan pasid.linux.or.id ini dibangun dengan wordpress