Text editor sebagai dasar dan kebiasaannya
Tuesday, December 2, 2008 0:16Untuk belajar linux, biasanya selain daripada kebiasaan hasil belajar sendiri kadang juga terbiasa mengikuti dari guru yang pertama, sehingga terbiasa dan susah meninggalkannya.
contohnya adalah, seperti saya (Darojatun) untuk membuka shell di linux secara remote di OS Windows saya lebih terbiasa menggunakan protokol ssh (antar muka jarak jauh berbasis text(seperti telnet) yang terenkipsi, dengan syarat sshd di komputer yang mau diremote sudah berjalan, biasanya menggunakan port 22) sedengan ssh client yang bernama Putty. Jika sedang menggunakan OS linux saya lebih suka membukanya dari terminal(aterm, xterm, gnome terminal dkk) saya biasanya lebih suka langsung dengan perintah ssh username@host.remote walaupun tersedia putty versi linux. Untuk membuka shell langsung di box jika memang ada Xnya saya lebih suka masuk ke X walaupun cuma dapat xterm, kecuali jika terpaksa karena nggak bisa masuk X (biasanya karena tampilan atau resolusi X yang rusak) ya mau gimana lagi masuk ke console (dengan menekan Ctrl+Alt+F1 jika Xnya ada tapi kacau. jika tidak ada X biasanya langsung login di concole(TUI/Text User Interface)).
Selain dari program yang digunakan untuk konek ke mesin linux, program yang digunakan di linux juga sangat tergantung kebiasaan yang susah ntuk diubah. Seperti untuk text editor di linux ada yang terbiasa dengan vi atau vim, nano dll, tapi bagi saya jika ada saya lebih suka dengan pico walaupun pico ini ya nano juga, tapi saya lebih terbiasa menggunakan pico daripada nano.
Untungnya Distro kesayangan (Ubuntu) sudah menyediakan pico, kalau belum ada pun saya akan berusaha menginstall pico/nano.
Jadi bagi yang belum terbiasa dengan pico dan ingin ikut dengan saya berikut pelajaran pertamanya :
Mengenal sekilas text editor versi TUI, pertama kita harus tahu bagaimana masuk dan bagaimana keluarnya, ini berlaku juga untuk yang lain, seperti bisa menyalakan komputer kita juga dituntut harus bisa menyalakan dan mematikan komputer sesuai prosedur, begitu juga dengan aplikasinya.
Masuk ke text editor pico/nano:
untuk mengedit file-file denagn permission user biasa(file-file seperti di home kita) kita langsung saja buka dengan perintah
$ pico [enter]
(yang diketik cuma “pico”, $ adalah tanda kita sebagai user biasa jika sebagai root (super user) akan berganti dengan # dan [enter] maksud saya tekan saja tombol enter)
dan apabila kita hendak menggunakan pico untuk langsung mengedit file
$ pico /path/filenya [enter]
misal
server@Linux:~$ pico .bashrc
Jika kita login sebegai user biasa dan hendak mengedit file dengan permission yang membutuhkan login sebagai root, yang pertama kita harus login dulu sebagai root atau pindah dengan perintah su. Sedangkan pada beberap distro seperti ubuntu yang tidak punya user root untuk login kita bisa menggunakan sudo
seperti contoh :
server@Linux:~$ sudo pico /etc/resolv.conf
[sudo] password for server:
masukkan password login kita(bukan password root/user root tidak ada)
Setelah masuk kita coba untuk keluar dengan perintah Ctrl+x, jika kita tidak membuat perubahan pada file yang kita buka maka tdak ada pertanyaan overwrite yes/no (tekan Y untuk Yes dan N untuk No dan Ctrl+c untuk kembali ke layar pengeditan).
Berikut perintah yang sering saya gunakn di pico
Ctrl+k untuk mengcut baris
Ctrl+u untuk mempaste
Ctrl+w untuk mencari
Ctrl+c melihat nomor baris (jika di layar pengeditan)
Ctrl+c membatalkan perintah (jika di layar dialog)
Ctrl+r membuka file
Ctrl+o menyimpan
Ctrl+x keluar
untuk beberapa perintah yang berkelanjutan sekaligus kita bisa langsung menggabungkan perintah
seperti :
Ctrl+x+y keluar dan langsung menyimpan
Ctrl+x+n keluar tanpa menyimpan
Ctrl+r+t membuka file dari pilihan
dan masih banyak lagi yang mudah dipelajari karena perintah yang kita butuhkan langsung terlihat di bagian bawah layar pico, sehingga jika kita lupa kita masih bisa melihatnya. Tidak perlu menghapalnya.
Selamat mencoba, dipraktekkan dan bila perlu dibiasakan, jadi kalo mau sharing dengan saya nggak perlu bingung lagi.



Pasid Linux User Group says:
December 16th, 2008 at 13:31
[...] anda atau kita sudah mengenal text editor kesukaan penulis yaitu pico sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Sangat membantu jika kita sudah sedikit tahu tentang [...]