Menjadikan Linux(ubuntu) sebagai gateway
Tuesday, December 2, 2008 1:14ita tidak membahasa linux dalam arti semua distro linux, (terlalu panjang ceritanya kalau semua) sebagai acuan, distro yang kita gunakan adalah distro Ubuntu, kali ini masih versi 8.04 tapi belum terlalu jauh perubahannya di 8.10, dan layar kita untuk sementara tidak menggunakan GUI atau X tetapi hanya dengan console atau terminal saja yang dapat juga diakses secara remote. Untuk meremotenya saya menggunakan Putty karena enak copy pastenya
jadi lebih mudah disharing kemari.
Pertama anda atau kita sudah mengenal text editor kesukaan penulis yaitu pico sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Sangat membantu jika kita sudah sedikit tahu tentang networking(jaringan) seperti, apa itu IP, ethernet, dial up, gateway, dns, port, firewall dll walaupun cuma sekedar pernah mendengarnya.
Sebelum kita bisa bekerja dengan linux secara remote, yang pertama kita harus mengatur IP daripada LAN Card (ethernet) kita.
bisa dengan perintah
$ sudo ifconfig eth0 192.168.0.10
Untuk melihat hasilnya dengan perintah
$ ifconfig
contoh
server@Linux:~$ ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0d:87:09:dd:31
inet addr:192.168.0.10 Bcast:192.168.0.255 Mask:255.255.255.0
Biasanya Netmask sudah otomatis ngikut dari kebiasaan ip class c 192.168.0.x yaitu 255.255.255.0
untuk mengatur atau menentukan gateway mesin linux kita gunakan perintah langsung
$ sudo route add default gw 192.168.0.1
lihat hasilnya dengan $ route
misalnya 192.168.0.1 adalah ip router kita, tapi jika linux kita tidak melalui router dari koneksi ethernet default gateway tidak perlu, karena akan otomatis didapat dari koneksi ppp nantinya.
perintah yang diatas ini tidak permanent, karena apabila mesin direstart maka semuanya akan kembali kepada semula. untuk itu perlu dimasukkan ke dalam file configurasinya.
server@Linux:~$ sudo pico /etc/network/interfaces
isinya sebagai berikut
auto lo
iface lo inet loopbackiface eth0 inet static
address 192.168.0.10
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.0.1auto eth0
Simpan dengan Ctrl+x+y
bila perlu restart network kita dengan
server@Linux:~$ /etc/init.d/networking restart
mesin linux kita sudah terkoneksi ke jaringan LAN, test dengan perintah ping dari komputer lain
C:\>ping 192.168.0.10
Pinging 192.168.0.10 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time<1ms TTL=64Ping statistics for 192.168.0.10:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms
sudah ada balasan dari mesin linux kita, tandanya sudah benar-benar terkoneksi.
tapi belum bisa dijadikan sebagai gateway, karena belum punya koneksi ke internet
Kebetulan saya menggunakan koneksi speedy, jadi untuk sementara bolehlah kita sambungkan ke internet dengan speedy
Untuk dial up nanti kita bahas juga sekilas
pada perintah pppoe-setup, untuk menjadikannya sebagai gateway pada sesi FIREWALLING kita pilih masquerade yaitu 2
Setelah kita punya koneksi internet dengan speedy pertama kita lihat dulu apakah kernel kita mendukung untuk ip forward dan apakah sudah diaktifkan
server@Linux:~$ cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
1
jika isinya 0 ganti dengan 1
server@Linux:~$ sudo echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
server@Linux:~$ sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE
server@Linux:~$ sudo iptables -A FORWARD -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j ACCEPT
Mesin kita sudah bisa jadi gateway, sekarang tinggal set client(komputer yang ingin konek ke internet melalui mesin linux kita) gateway ip 192.168.0.10
tapi jangan gembira dulu, perintah di atas belum permanent.
supaya permanent perlu dimasukkan ke /etc/rc.local supaya setiap booting perintah tersebut dijalankan
server@Linux:~$ sudo pico /etc/rc.local
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE
iptables -A FORWARD -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j ACCEPT
Ctrl+x+y
selamat, walau direstart opsi masquerade tetap aktif.
Sebenarnya masih banyak cara yang lain, cuma, karena faktor kebiasaan dan karena belajarnya dulu begini jadi susah untuk merubahnya, dan kebetulan dengan cara seperti ini pun sudah tersambung dan saya puas karena nggak pernah mengulah dari dulu.



Koneksi internet(speedy) dengan pppoe (ppp over ethernet) | Pasid Linux User Group says:
December 16th, 2008 at 8:59
[...] Tulisan ini sebelumnya bagian dari tulisan menjadikan linux sebagai gateway [...]
Budiarno says:
January 18th, 2009 at 21:46
thanks tutorialnya, sangat bermanfaat buat seorang Linubie seperti saya ini…
Salam dari Sambas
nextlagi says:
January 28th, 2009 at 10:01
saya mau nanya nih saya meakai linux ubuntu juga,mas semua settingan linux diatas udah saya lakukan,tapi pada client saya ngak bisa ping ke gateway speedy kira diamana letak salahnya ya mas..tolong balas ke email saya ya mas nextlagi@yahoo.co.id
brutus says:
March 27th, 2009 at 15:10
maaf gw mau nanya, gw newbie di linux khusunya ubuntu, gimana setting share speedy yang otomatis??? n satu lagi pico itu aplikasi dah bawaan ubuntu apa kita harus download dulu
gw mau buka warnet servernya dengan linux he he he
thanks sebelumnya, tolong kasih jwagan ke email gw yaa!!!!
admin says:
March 31st, 2009 at 18:31
Setting Speedy yang otomatis, kalau lewat console jalankan saja pppoe-setup atau pppoeconf
mana yang ada. terus ikutin aja yang diminta.
pico sudah ada di ubuntu
bgung says:
April 6th, 2009 at 19:19
trims tutorialnya. simpel n gampang dimengerti. aq pake buat ngonekin 6 client zencafe ke gateway zencafe juga.
mengenai caranya, kalo di zencafe di /etc/rc.d/rc.local nambahin baris tersebut. di vector linux juga sama di situ juga
FYI, aq pake 2 lan card dalam 1 kompie athlon mp 2800.
ip ispnya bukan dhcp tapi static. ya tinggal diisi aja di xnetconf nya (zencafe)
trima kasih banyak.