<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Pasid Linux User Group</title>
	<atom:link href="http://pasid.linux.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pasid.linux.or.id</link>
	<description>KPLI - Padangsidimpuan</description>
	<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:42:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Bikin Font Linux lebih enak dimata</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2009/03/24/bikin-font-linux-lebih-enak-dimata/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2009/03/24/bikin-font-linux-lebih-enak-dimata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 18:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[antialias]]></category>

		<category><![CDATA[dpi]]></category>

		<category><![CDATA[font]]></category>

		<category><![CDATA[gdm]]></category>

		<category><![CDATA[nice font]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Karena kebiasaan di dunia Windows, mata ini jadi kurang biasa dengan segala kecanggihan Linux. Huruf di Linux yang konon katanya pasti lebih cantik dan lebih enak dimata terasa nggak biasa, terlihat lebih tebal dan berbayang.
Buat saya atau mungkin juga orang yang kelamaan di jamannya windows 98 dulu, huruf yang nggak ngembang dan simple saja jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena kebiasaan di dunia Windows, mata ini jadi kurang biasa dengan segala kecanggihan Linux. Huruf di Linux yang konon katanya pasti lebih cantik dan lebih enak dimata terasa nggak biasa, terlihat lebih tebal dan berbayang.</p>
<p>Buat saya atau mungkin juga orang yang kelamaan di jamannya windows 98 dulu, huruf yang nggak ngembang dan simple saja jauh lebih enak dipandang dan dibaca.</p>
<p>Kemaren pas ngejadiin Server yang pake Linux Ubuntu 8.04 di warnet Guevara (Padangsidimpuan) supaya sekaligus jadi komp billing berhasil dapet caranya ngembaliin font linux seperti di windows(9x), nggak pake antialias, nggak pake smooth. Terasa enak dimata. Ternyata perintahnya simple saja, cuma satu baris. Tapi sayangnya saya lupa dapat caranya itu dimana, dan nggak dicatat karena keburu ngejar waktu supaya cepat balek ke Perbaungan. Biasanya saya selalu mencatat kalau ada hal baru di linux jika saya rasa penting banget. tapi, ya, mungkin karena merasa sok punya ingatan yang kuat. Sombong juga. <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ya, mudah-mudahan saja kutipan yang dibawah ini adalah cara yang dulu saya dapatkan. Setidaknya disini ada petunjuk bahwa, ternyata semua contoh config untuk urusan font di linux sudah tersedia di satu tempat ini. Kita cuma butuh bikin simbolik link saja.</p>
<p>Berikut kutipan tersebut :</p>
<p>Turning hinting on in Ubuntu is actually very easy. All available font configuration options are in &#8220;/etc/fonts/conf.avail&#8221;. So to enable hinting, we just make a symbolic link of the &#8220;10-autohint.conf&#8221; file to &#8220;/etc/fonts/conf.d&#8221;.</p>
<p><code>sudo ln /etc/fonts/conf.avail/10-autohint.conf /etc/fonts/conf.d/. -s</code></p>
<p>Then simply logging out will turn hinting on.</p>
<p>Terus, pas lihat font di billing server yang pakai indobilling jeleknya minta ampun, tanya ke costumer servicenya ngasih solusi cuma gedein resolusi layar saja. ternyata itu pun tidak merubah font bawaan X (yang nggak ngaruh ama setting GTK*) tetep jelek.</p>
<p>Akhirnya dengan kotak-katik sendiri tinggal nambahin sedikit option saja di Setting Login GDMnya.</p>
<p>ini kutipannya :</p>
<p><strong>Changing Font size in gdm login screen (add &#8220;-dpi 96&#8243; to Xorg server) </strong></p>
<p><strong>silahkan cari sendiri dimana dimasukkan. itu tambahan -dpi 96<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2009/03/24/bikin-font-linux-lebih-enak-dimata/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>gBilling billing GTK+ yang lama ditunggu-tunggu</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2009/01/02/gbilling-billing-gtk2-yang-lama-ditunggu-tunggu/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2009/01/02/gbilling-billing-gtk2-yang-lama-ditunggu-tunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 18:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[billing]]></category>

		<category><![CDATA[billing warnet]]></category>

		<category><![CDATA[gBilling]]></category>

		<category><![CDATA[internet cafe]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Billing adalah kendala utama yang dihadapi teman-teman yang ingin memigrasikan warnetnya ke Linux. Berbagai billing untuk linux pernah saya coba, yang berbayar maupun yang tidak berbayar. Tetapi kebanyakan tidak memuaskan, apalagi kalau yang bayar tidak murah dan ternyata tidak memuaskan hanya menambah kecewa dan menyesal telah mengeluarkan uang yang rata-rata billing untuk linux justru lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Billing adalah kendala utama yang dihadapi teman-teman yang ingin memigrasikan warnetnya ke Linux. Berbagai billing untuk linux pernah saya coba, yang berbayar maupun yang tidak berbayar. Tetapi kebanyakan tidak memuaskan, apalagi kalau yang bayar tidak murah dan ternyata tidak memuaskan hanya menambah kecewa dan menyesal telah mengeluarkan uang yang rata-rata billing untuk linux justru lebih mahal harganya.</p>
<p><a href="http://ccl.sourceforge.net/?page=main" target="_blank">CCL-Fox</a> sangat jauh berbeda dengan billing yang biasa dipakai warnet (Billing Explorer dan IndoBilling) karena tidak menerapkan login dengan username kesayangan cuma klik disini untuk mulai. agak repot kalo orang tukang utang <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sedangkan Billing Explorer terbilang sangat mahal dan terlalu kontras dengan Linux yang gak bayar.</p>
<p>IndoBilling terlalu kurang nyaman, berat dan tampilannya gak keren, porting ke linuxnya kelihatan maksa banget, interfacenya kayak linux jaman baholak. halah pada ngerti nggak ya.</p>
<p>Pakai <a href="http://code.google.com/p/bios/" target="_blank">BiOS </a>harus mengorbankan Firefox di Client, nah jadi gimana?</p>
<p>Setelah bertahun nggak berurusan dengan billing karena sudah punya 2 lisensi untuk pakai Billing Explorer dan 1 IndoBilling. Walaupun yang Billing Explorer adalah untuk server Windows tapi dijalankan saja secara paksa di Ubuntu dengan bantuan Wine.</p>
<div id="attachment_67" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a title="BEx" href="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2009/01/bex.jpg"><img class="size-medium wp-image-67" title="Billing Explorer di Ubuntu dengan Wine" src="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2009/01/bex-300x225.jpg" alt="Billing Explorer" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Billing Explorer</p></div>
<p>Ini malam gara-gara blogwalking soal ada yang nggak senang dengan copy paste tulisan blog eh ketemu gBilling. Langsung Sedot dan coba kasih kabar ke teman-teman yang belum jadi-jadi migrasinya ke Linux, untuk sementara bolehlah ditest di Windows.</p>
<p>ini Screenshotnya (Windows ma Linux cuma beda interface/themes GTK2nya</p>
<div id="attachment_68" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a title="gBilling Client" href="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2009/01/gbilling-client-belum-login.jpg"><img class="size-medium wp-image-68" title="gBilling Client" src="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2009/01/gbilling-client-belum-login-300x225.jpg" alt="Gambar layar belum login" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar layar belum login</p></div>
<div id="attachment_69" class="wp-caption aligncenter" style="width: 258px"><img class="size-full wp-image-69" title="gBilling sudah login" src="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2009/01/gbilling-client-sudah-login.jpg" alt="Tampilan Billing client yang sudah login" width="248" height="201" /><p class="wp-caption-text">Tampilan Billing client yang sudah login</p></div>
<p style="text-align: center;"><a title="gBilling Server" href="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2009/01/gbilling-server.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-70" title="gbilling-server" src="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2009/01/gbilling-server-300x228.jpg" alt="gbilling-server" width="300" height="228" /></a></p>
<div id="attachment_71" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a title="gBilling Server Linux" href="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2009/01/gbilling-server-linux.jpg"><img class="size-medium wp-image-71" title="gBilling Server Ubuntu Linux" src="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2009/01/gbilling-server-linux-300x225.jpg" alt="gBilling Server Ubuntu Linux" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">gBilling Server Ubuntu Linux</p></div>
<p>cuma, pas dicoba di Windows, ketika server diclose begitu saja, gak bisa dijalankan lagi, karena server masih berjalan di background. solusinya nonaktifkan dulu server baru diclose. kalau sudah terlanjur jalankan taskkill /f /im gbilling-server.exe</p>
<p>Untuk instalasinya tidak sulit, baik di Windows maupun di Linux (Ubuntu)</p>
<p>Sedangkan untuk fitur-fiturnya anda yang menggunakan atau sekadar mencoba diminta untuk request ke pengembangnya di <a href="http://gbilling.sf.net" target="_blank">http://gbilling.sf.net</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2009/01/02/gbilling-billing-gtk2-yang-lama-ditunggu-tunggu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>File sharing dengan samba</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/file-sharing-dengan-samba/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/file-sharing-dengan-samba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 14:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[file]]></category>

		<category><![CDATA[netbios]]></category>

		<category><![CDATA[printer]]></category>

		<category><![CDATA[samba]]></category>

		<category><![CDATA[sharing]]></category>

		<category><![CDATA[smb]]></category>

		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Samba adalah nama aplikasi untuk menangani protokol smb dan nmb di linux(nggak cuma di linux sih, bahkan di semua OS, asal bisa dicompile).
Protokol SMB digunakan untuk layanan berbagi pakai file dan printer
Protokol NMB digunakan untuk layanan domain manager dan wins (server penamaan NetBios)
Samba menjadikan mesin linux terbaca di protokol penamaan netbios di windows, sehingga mesin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Samba adalah nama aplikasi untuk menangani protokol smb dan nmb di linux(nggak cuma di linux sih, bahkan di semua OS, asal bisa dicompile).</p>
<p>Protokol SMB digunakan untuk layanan berbagi pakai file dan printer</p>
<p>Protokol NMB digunakan untuk layanan domain manager dan wins (server penamaan NetBios)</p>
<p>Samba menjadikan mesin linux terbaca di protokol penamaan netbios di windows, sehingga mesin windows dapat mengenali mesin linux hanya dengan nama pendek seperti \\ws1 \\linux \\server dll</p>
<p>sehingga jika hendak di ping dari mesin windows pun bisa langsung dengan nama pendeknya</p>
<blockquote><p><code>C:\&gt;ping linux</code></p>
<p>Pinging linux [192.168.0.1] with 32 bytes of data:</p>
<p>Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time&lt;1ms TTL=64<br />
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time&lt;1ms TTL=64<br />
Reply from 192.168.0.1: bytes=32 time&lt;1ms TTL=64</p>
<p>Ping statistics for 192.168.0.1:<br />
Packets: Sent = 3, Received = 3, Lost = 0 (0% loss),<br />
Approximate round trip times in milli-seconds:<br />
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms</p></blockquote>
<p>Sedangkan NetBios adalah protokol koneksi jaringan(layaknya tcp/ip tapi dalam skup LAN) dengan identitas langsung nama komputernya (hostname) dan workgroup atau domain layaknya netmask.  Jadi tidak ada IP pun tetap bisa tersambung(tetapi tidak untuk semua aplikasi terkenal yang menggunakan tcp/ip)</p>
<p>coba diperiksa apa saja paket atau perintah-perintah yang berkenaan untuk smb ini di linux</p>
<blockquote><p><code>server@Linux:~$ smb[tab]<br />
smbcacls    smbcontrol  smbd        smbpasswd   smbstatus   smbtree<br />
smbclient   smbcquotas  smbget      smbspool    smbtar</code></p></blockquote>
<p>jika tidak ada maka kita perlu menginstallnya, (mudah-mudahan sudah ada)</p>
<p>kita tidak akan membahas menginstall paket samba disini( akan dibahas di tulisan lain)</p>
<p>dalam kasus ini kita ingin membagi pakai folder/direktory dan printer.</p>
<p>atur configurasi samba di /etc/samba/smb.conf berikut potongan-potongan smb.conf, yang kira-kira perlu.</p>
<blockquote><p><code>server@Linux:~$ sudo pico /etc/samba/smb.conf<br />
[global]</code></p>
<p>## Browsing/Identification ###</p>
<p># Change this to the workgroup/NT-domain name your Samba server will part of<br />
workgroup = HARITS<br />
netbiosname = Linux</p>
<p># server string is the equivalent of the NT Description field<br />
#   server string = %h<br />
server string = Ubuntu</p>
<p># Windows Internet Name Serving Support Section:<br />
# WINS Support - Tells the NMBD component of Samba to enable its WINS Server<br />
wins support = yes</p>
<p># WINS Server - Tells the NMBD components of Samba to be a WINS Client<br />
# Note: Samba can be either a WINS Server, or a WINS Client, but NOT both<br />
;   wins server = w.x.y.z</p>
<p># This will prevent nmbd to search for NetBIOS names through DNS.<br />
dns proxy = yes</p>
<p># What naming service and in what order should we use to resolve host names<br />
# to IP addresses<br />
name resolve order = lmhosts host wins bcast<br />
#### Networking ####</p>
<p># The specific set of interfaces / networks to bind to<br />
# This can be either the interface name or an IP address/netmask;<br />
# interface names are normally preferred<br />
;   interfaces = 127.0.0.0/8 eth0<br />
interface = 192.168.0.0/24 eth0<br />
hosts allow = 192.168.0.<br />
# &#8220;security = user&#8221; is always a good idea. This will require a Unix account<br />
# in this server for every user accessing the server. See<br />
# /usr/share/doc/samba-doc/htmldocs/Samba3-HOWTO/ServerType.html<br />
# in the samba-doc package for details.<br />
security = user</p>
<p>#  guest account = nobody<br />
invalid users = root</p>
<p># This boolean parameter controls whether Samba attempts to sync the Unix<br />
# password with the SMB password when the encrypted SMB password in the<br />
# passdb is changed.<br />
unix password sync = yes</p>
<p># This option controls how nsuccessful authentication attempts are mapped<br />
# to anonymous connections<br />
map to guest = bad user</p>
<p>########## Printing ##########</p>
<p># If you want to automatically load your printer list rather<br />
# than setting them up individually then you&#8217;ll need this<br />
load printers = yes<br />
[printers]<br />
comment = All Printers<br />
browseable = no<br />
path = /var/spool/samba<br />
printable = yes<br />
guest ok = no<br />
read only = yes<br />
create mask = 0700<br />
[print$]<br />
comment = Printer Drivers<br />
path = /var/lib/samba/printers<br />
browseable = no<br />
read only = yes<br />
guest ok = yes<br />
writable = nop<br />
[data]<br />
path = /opt/data<br />
comment = Linux Shared Document\&#8217;s Folder<br />
available = yes<br />
browseable = yes<br />
public = yes<br />
writable = yes<br />
guest ok = yes<br />
veto files = /folder.htt/desktop.ini/folder.vtt/*.cmd/*.bat/*.vbs/*.eml/*.nws/riched20.dll/*.exe/autorun.inf/*.js/</p></blockquote>
<p>Yang paling penting adalah, pada bagian [global], workgroup dan netbiosname komputer disini saya buat LINUX, silahkan buat yang lain, jangan ada nama yang sama di workgroup</p>
<blockquote><p>pada bagian #### Networking ####<br />
<code><br />
interface = 192.168.0.0/24 eth0<br />
hosts allow = 192.168.0.</code></p></blockquote>
<p>ini menentukan lewat interfaces mana komputer kita dikenali di jaringan netbios dan dari ip mana saja yang diperbolehkan tersambung.</p>
<p>kemudian pada bagian printer biasanya semua printer yang terdaftar pada CUPS (printer spooling server) akan disharing.</p>
<p>dan yang terakhir adalah folder mana yang hendak kita sharing</p>
<p>contoh di atas adalah folder /opt/data dengan nama sharingnya data sehingga jika diakses URLnya \\LINUX\data</p>
<p>sedangkan parameternya sangat mudah dipahami. seperti browseabl, jika di set no maka tidak terbaca di jika dicari secara broadcast. tapi masih terbuka jika diketikkan urlnya. parameter <img src="file:///C:/DOCUME~1/Billing/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /> writable jika&#8230;</p>
<p>gara-gara speedy dudul jadi nggak kesimpan semua. capek ngetiknya cuma terimpan separuh, lupa udah sampe mana.</p>
<p>ada tambahan dikit, yaitu parameter yang paling saya sukai di samba ini, yang justru tidak ada di OS siempunya protokol smb (windows) adalah veto files, yang mana dengan veto file kita dapat membatasi file apa saya yang tidak boleh berada di folder sharing kita. Hati-hati dengan contoh di atas. karena folder anda tidak akan bisa untuk menyimpan file dengan ekstensi .exe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/file-sharing-dengan-samba/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadikan Linux(ubuntu) sebagai gateway</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/menjadikan-linuxubuntu-sebagai-gateway/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/menjadikan-linuxubuntu-sebagai-gateway/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 18:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[gateway]]></category>

		<category><![CDATA[internet connection sharing]]></category>

		<category><![CDATA[masquerade]]></category>

		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[ita tidak membahasa linux dalam arti semua distro linux, (terlalu panjang ceritanya kalau semua) sebagai acuan, distro yang kita gunakan adalah distro Ubuntu, kali ini masih versi 8.04 tapi belum terlalu jauh perubahannya di 8.10, dan layar kita untuk sementara tidak menggunakan GUI atau X tetapi hanya dengan console atau terminal saja yang dapat juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ita tidak membahasa linux dalam arti semua distro linux, (terlalu panjang ceritanya kalau semua) sebagai acuan, distro yang kita gunakan adalah distro Ubuntu, kali ini masih versi 8.04 tapi belum terlalu jauh perubahannya di 8.10, dan layar kita untuk sementara tidak menggunakan GUI atau X tetapi hanya dengan console atau terminal saja yang dapat juga diakses secara remote. Untuk meremotenya saya menggunakan Putty karena enak copy pastenya <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> jadi lebih mudah disharing kemari.</p>
<p>Pertama anda atau kita sudah <a href="http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/kebiasaan-yang-berbeda-beda-user-user-linux/">mengenal text editor kesukaan penulis yaitu pico</a> sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Sangat membantu jika kita sudah sedikit tahu tentang networking(jaringan) seperti, apa itu IP, ethernet, dial up, gateway, dns, port, firewall dll walaupun cuma sekedar pernah mendengarnya. <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebelum kita bisa bekerja dengan linux secara remote, yang pertama kita harus mengatur IP daripada LAN Card (ethernet) kita.</p>
<p>bisa dengan perintah</p>
<blockquote><p>$ sudo ifconfig eth0 192.168.0.10</p></blockquote>
<p>Untuk melihat hasilnya dengan perintah</p>
<blockquote><p>$ ifconfig</p></blockquote>
<p>contoh</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ ifconfig<br />
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:0d:87:09:dd:31<br />
inet addr:192.168.0.10  Bcast:192.168.0.255  Mask:255.255.255.0</p></blockquote>
<p>Biasanya Netmask sudah otomatis ngikut dari kebiasaan ip class c 192.168.0.x yaitu 255.255.255.0</p>
<p>untuk mengatur atau menentukan gateway mesin linux kita gunakan perintah langsung</p>
<blockquote><p>$ sudo route add default gw 192.168.0.1</p>
<p>lihat hasilnya dengan $ route</p></blockquote>
<p>misalnya 192.168.0.1 adalah ip router kita, <span style="text-decoration: underline;">tapi jika linux kita tidak melalui router dari koneksi ethernet default gateway tidak perlu</span>, karena akan otomatis didapat dari koneksi ppp nantinya.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">perintah yang diatas ini tidak permanent, karena apabila mesin direstart maka semuanya akan kembali </span>kepada semula. untuk itu perlu dimasukkan ke dalam file configurasinya.</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ sudo pico /etc/network/interfaces</p></blockquote>
<p>isinya sebagai berikut</p>
<blockquote><p>auto lo<br />
iface lo inet loopback</p>
<p>iface eth0 inet static<br />
address 192.168.0.10<br />
netmask 255.255.255.0<br />
gateway 192.168.0.1</p>
<p>auto eth0</p></blockquote>
<p>Simpan dengan Ctrl+x+y</p>
<p>bila perlu restart network kita dengan</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ /etc/init.d/networking restart</p></blockquote>
<p>mesin linux kita sudah terkoneksi ke jaringan LAN, test dengan perintah ping dari komputer lain</p>
<blockquote><p>C:\&gt;ping 192.168.0.10</p>
<p>Pinging 192.168.0.10 with 32 bytes of data:</p>
<p>Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time&lt;1ms TTL=64<br />
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time&lt;1ms TTL=64<br />
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time&lt;1ms TTL=64<br />
Reply from 192.168.0.10: bytes=32 time&lt;1ms TTL=64</p>
<p>Ping statistics for 192.168.0.10:<br />
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),<br />
Approximate round trip times in milli-seconds:<br />
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms</p></blockquote>
<p>sudah ada balasan dari mesin linux kita, tandanya sudah benar-benar terkoneksi.</p>
<p>tapi belum bisa dijadikan sebagai gateway, karena belum punya koneksi ke internet</p>
<p>Kebetulan saya menggunakan koneksi speedy, jadi untuk sementara bolehlah kita <a title="speedy dengan pppoe di linux" href="http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/koneksi-internet-speed-dengan-pppoe-ppp-over-ethernet/">sambungkan ke internet dengan speedy</a></p>
<p>Untuk dial up nanti kita bahas juga sekilas</p>
<p>pada perintah pppoe-setup, untuk menjadikannya sebagai gateway pada sesi FIREWALLING kita pilih masquerade yaitu 2</p>
<p>Setelah kita punya koneksi internet dengan speedy pertama kita lihat dulu apakah kernel kita mendukung untuk ip forward dan apakah sudah diaktifkan</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward<br />
1</p></blockquote>
<p>jika isinya 0 ganti dengan 1</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ sudo echo 1 &gt; /proc/sys/net/ipv4/ip_forward</p></blockquote>
<blockquote><p>server@Linux:~$ sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE<br />
server@Linux:~$ sudo iptables -A FORWARD -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j ACCEPT</p></blockquote>
<p>Mesin kita sudah bisa jadi gateway, sekarang tinggal set client(komputer yang ingin konek ke internet melalui mesin linux kita) gateway ip 192.168.0.10</p>
<p>tapi jangan gembira dulu, perintah di atas belum permanent.</p>
<p>supaya permanent perlu dimasukkan ke /etc/rc.local supaya setiap booting perintah tersebut dijalankan</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ sudo pico /etc/rc.local</p>
<p>echo 1 &gt; /proc/sys/net/ipv4/ip_forward<br />
iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE<br />
iptables -A FORWARD -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j ACCEPT</p></blockquote>
<p>Ctrl+x+y</p>
<p>selamat, walau direstart opsi masquerade tetap aktif.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak cara yang lain, cuma, karena faktor kebiasaan dan karena belajarnya dulu begini jadi susah untuk merubahnya, dan kebetulan dengan cara seperti ini pun sudah tersambung dan saya puas karena nggak pernah mengulah dari dulu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/menjadikan-linuxubuntu-sebagai-gateway/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Koneksi internet(speedy) dengan pppoe (ppp over ethernet)</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/koneksi-internet-speed-dengan-pppoe-ppp-over-ethernet/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/koneksi-internet-speed-dengan-pppoe-ppp-over-ethernet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 18:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[pppoe]]></category>

		<category><![CDATA[speedy]]></category>

		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini sebelumnya bagian dari tulisan menjadikan linux sebagai gateway
tapi gak apapa karena ini cuma sekilas dan sangat nyambung pula
Sebelumnya kita harus sudah punya line telepon, mendaftar ke plasa telkom, mendapatkan sebuah modem, username dan password. juga jangan lupa tagihannya.  
Kebetulan saya menggunakan speedy paket office yang bisa digunakan secara 24 jam tanpa time [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini sebelumnya bagian dari tulisan <a title="Menjadikan ubuntu sebagai gateway" href="http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/menjadikan-linuxubuntu-sebagai-gateway/">menjadikan linux sebagai gateway</a></p>
<p>tapi gak apapa karena ini cuma sekilas dan sangat nyambung pula</p>
<p>Sebelumnya kita harus sudah punya line telepon, mendaftar ke plasa telkom, mendapatkan sebuah modem, username dan password. juga jangan lupa tagihannya. <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kebetulan saya menggunakan speedy paket office yang bisa digunakan secara 24 jam tanpa time limit, jadi yang pertama kita bahasa adalah untuk koneksi 24 jam.</p>
<p>coba periksa kelengkapan command yang dibutuhkan untuk koneksi pppoe dengan perintah</p>
<blockquote><p>$ pppoe[tab]</p></blockquote>
<p>o iya <span style="text-decoration: underline;">gunakan tab untuk menyambung secara otomatis kepada perintah atau file yang berkaitan</span>. seperti di atas, tombol tab ditekan langsung tanpa spasi. contoh</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ pppoe<br />
pppoe            pppoe-connect    pppoe-relay      pppoe-setup      pppoe-start      pppoe-stop<br />
pppoeconf        pppoe-discovery  pppoe-server     pppoe-sniff      pppoe-status</p></blockquote>
<p>jadi kita tahu apa-apa perintah yang dapat kita coba.</p>
<p>baik, kita coba 1 yaitu pppoe-setup (saya lupa, apakah ini saya yang install secara manual atau bawaan ubuntu, karena ada 1 lagi yaitu pppoeconf. nanti kita bahas keduanya)</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ pppoe-setup<br />
Welcome to the Roaring Penguin PPPoE client setup.  First, I will run<br />
some checks on your system to make sure the PPPoE client is installed<br />
properly&#8230;</p>
<p>/usr/sbin/pppoe-setup: Sorry, you must be root to run this script</p></blockquote>
<p>Mudah-mudahan bisa dimengerti apa maksudnya, yaitu kita harus sebagai root untuk menjalankannya.</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ sudo pppoe-setup<br />
Welcome to the Roaring Penguin PPPoE client setup.  First, I will run<br />
some checks on your system to make sure the PPPoE client is installed<br />
properly&#8230;</p>
<p>Looks good!  Now, please enter some information:</p>
<p>USER NAME</p>
<p>&gt;&gt;&gt; Enter your PPPoE user name (default root):</p></blockquote>
<p>contoh X11231000XXX@telkom.net</p>
<blockquote><p>INTERFACE<br />
&gt;&gt;&gt; Enter the Ethernet interface connected to the DSL modem<br />
For Solaris, this is likely to be something like /dev/hme0.<br />
For Linux, it will be ethn, where &#8216;n&#8217; is a number.<br />
(default ):</p></blockquote>
<p>Enter saja, jika kita tidak punya 2 ethernet atau lebih, jika ethernet kita ada 2 kita harus menentukan yang mana untuk tersambung ke model adsl yang mana ke LAN, jika memang dipisah, tapi karena saya menggunakan 1 ethernet saja ya saya pilih default yaitu enter saja (eth0)</p>
<blockquote><p>DNS<br />
Do you want the link to come up on demand, or stay up continuously?<br />
If you want it to come up on demand, enter the idle time in seconds<br />
after which the link should be dropped.  If you want the link to<br />
stay up permanently, enter &#8216;no&#8217; (two letters, lower-case.)<br />
NOTE: Demand-activated links do not interact well with dynamic IP<br />
addresses.  You may have some problems with demand-activated links.<br />
&gt;&gt;&gt; Enter the demand value (default no):</p></blockquote>
<p>enter saja</p>
<blockquote><p>PASSWORD</p>
<p>&gt;&gt;&gt; Please enter your PPPoE password:<br />
Masukkan password speedynya</p>
<p>&gt;&gt;&gt; Please re-enter your PPPoE password:</p></blockquote>
<p>Ulangi passwordnya</p>
<blockquote><p>FIREWALLING</p>
<p>Please choose the firewall rules to use.  Note that these rules are<br />
very basic.  You are strongly encouraged to use a more sophisticated<br />
firewall setup; however, these will provide basic security.  If you<br />
are running any servers on your machine, you must choose &#8216;NONE&#8217; and<br />
set up firewalling yourself.  Otherwise, the firewall rules will deny<br />
access to all standard servers like Web, e-mail, ftp, etc.  If you<br />
are using SSH, the rules will block outgoing SSH connections which<br />
allocate a privileged source port.</p>
<p>The firewall choices are:<br />
0 - NONE: This script will not set any firewall rules.  You are responsible<br />
for ensuring the security of your machine.  You are STRONGLY<br />
recommended to use some kind of firewall rules.<br />
1 - STANDALONE: Appropriate for a basic stand-alone web-surfing workstation<br />
2 - MASQUERADE: Appropriate for a machine acting as an Internet gateway<br />
for a LAN<br />
&gt;&gt;&gt; Choose a type of firewall (0-2):</p></blockquote>
<p>Pilih 2 untuk berbagai pakai (internet connection sharing kalo di windows), bila cuma 1 unit saja ya pilih 1.</p>
<blockquote><p>** Summary of what you entered **</p>
<p>Ethernet Interface:<br />
User name:          X11231000XXX@telkom.net<br />
Activate-on-demand: No<br />
DNS:                Do not adjust<br />
Firewalling:        MASQUERADE</p></blockquote>
<p>Pilih Y</p>
<blockquote><p>&gt;&gt;&gt; Accept these settings and adjust configuration files (y/n)? y<br />
Adjusting /etc/ppp/pppoe.conf<br />
Adjusting /etc/ppp/pap-secrets and /etc/ppp/chap-secrets<br />
(But first backing it up to /etc/ppp/pap-secrets-bak)<br />
(But first backing it up to /etc/ppp/chap-secrets-bak)</p>
<p>Congratulations, it should be all set up!</p>
<p>Type &#8216;pppoe-start&#8217; to bring up your PPPoE link and &#8216;pppoe-stop&#8217; to bring<br />
it down.  Type &#8216;pppoe-status&#8217; to see the link status.</p></blockquote>
<p>$ pppoe-start</p>
<p>untuk mennyambungkan speedy,</p>
<p>$ pppoe-stop</p>
<p>dan</p>
<p>$ pppoe-status</p>
<p>untuk melihat statusnya.</p>
<p>Kemudian tadi kita lihat masih ada cara 1 lagi dengan menggunakan pppoeconf</p>
<p>coba langsung dengan</p>
<p>$ pppoeconf</p>
<p>jika dibutuhkan privileges root tinggal pakai sudo saja</p>
<p>kelebihan pppoeconf ini adalah adalanya pilihan untuk autoconnect at boot, ini sangat membantu untuk membuat auto connect ketika booting, biasanya dipakai untuk mesin yang konek ke internet 24 jam.</p>
<p>dan perintah ntuk menyambungkannya adalah</p>
<p>$ pon</p>
<p>dan memutuskannya cukup dengan</p>
<p>$ poff</p>
<p>Jika diaktifkan di auto connect at boot maka akan ada tambahan di /etc/network/interfaces</p>
<blockquote><p>iface ppp0 inet ppp<br />
provider ppp0</p>
<p>auto ppp0</p></blockquote>
<p>atau bisa menggunakan apa yang dibuat oleh settingan pppoeconf</p>
<blockquote><p>iface dsl-provider inet ppp<br />
pre-up /sbin/ifconfig eth0 up # line maintained by pppoeconf<br />
provider dsl-provider</p>
<p>auto dsl-provider</p></blockquote>
<p>coba lihat apakah interface ppp0 sudah aktif</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ ifconfig</p>
<p>ppp0      Link encap:Point-to-Point Protocol<br />
inet addr:125.162.36.199  P-t-P:125.162.36.1  Mask:255.255.255.255</p></blockquote>
<p>ping yahoo.com untuk mentest(jika perlu)</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ ping yahoo.com<br />
PING yahoo.com (206.190.60.37) 56(84) bytes of data.<br />
64 bytes from w2.rc.vip.re4.yahoo.com (206.190.60.37): icmp_seq=1 ttl=46 time=316 ms<br />
64 bytes from w2.rc.vip.re4.yahoo.com (206.190.60.37): icmp_seq=2 ttl=46 time=318 ms</p>
<p>&#8212; yahoo.com ping statistics &#8212;<br />
5 packets transmitted, 4 received, 20% packet loss, time 3997ms<br />
rtt min/avg/max/mdev = 316.890/333.897/378.023/25.542 ms</p></blockquote>
<p>Ctrl+c untuk menghentikannya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/koneksi-internet-speed-dengan-pppoe-ppp-over-ethernet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Text editor sebagai dasar dan kebiasaannya</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/kebiasaan-yang-berbeda-beda-user-user-linux/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/kebiasaan-yang-berbeda-beda-user-user-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 17:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[console]]></category>

		<category><![CDATA[nano]]></category>

		<category><![CDATA[pico]]></category>

		<category><![CDATA[terminal]]></category>

		<category><![CDATA[text editor]]></category>

		<category><![CDATA[TUI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Untuk belajar linux, biasanya selain daripada kebiasaan hasil belajar sendiri kadang juga terbiasa mengikuti dari guru yang pertama, sehingga terbiasa dan susah meninggalkannya.
contohnya adalah, seperti saya (Darojatun) untuk membuka shell di linux secara remote di OS Windows saya lebih terbiasa menggunakan protokol ssh (antar muka jarak jauh berbasis text(seperti telnet) yang terenkipsi, dengan syarat sshd [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk belajar linux, biasanya selain daripada kebiasaan hasil belajar sendiri kadang juga terbiasa mengikuti dari guru yang pertama, sehingga terbiasa dan susah meninggalkannya.</p>
<p>contohnya adalah, seperti saya (Darojatun) untuk membuka shell di linux secara remote di OS Windows saya lebih terbiasa menggunakan <span style="text-decoration: underline;">protokol ssh</span> (antar muka jarak jauh berbasis text(seperti telnet) yang terenkipsi, dengan syarat sshd di komputer yang mau diremote sudah berjalan, biasanya  menggunakan port 22) sedengan <span style="text-decoration: underline;">ssh client yang bernama Putty</span>. Jika sedang menggunakan OS linux saya lebih suka membukanya dari terminal(aterm, xterm, gnome terminal dkk) saya biasanya lebih suka langsung dengan perintah <span style="text-decoration: underline;">ssh username@host.remote</span> walaupun tersedia putty versi linux. Untuk membuka shell langsung di box jika memang ada Xnya saya lebih suka masuk ke X walaupun cuma dapat xterm, kecuali jika terpaksa karena nggak bisa masuk X (biasanya karena tampilan atau resolusi X yang rusak) ya mau gimana lagi  <span style="text-decoration: underline;">masuk ke console (dengan menekan Ctrl+Alt+F1 jika Xnya ada tapi kacau. jika tidak ada X biasanya langsung login di concole(TUI/Text User Interface)).</span></p>
<p>Selain dari program yang digunakan untuk konek ke mesin linux, program yang digunakan di linux juga sangat tergantung kebiasaan yang susah ntuk diubah. Seperti untuk <span style="text-decoration: underline;">text editor di linux ada yang terbiasa dengan vi atau vim, nano dll,</span> tapi bagi saya jika ada saya lebih suka dengan pico walaupun <span style="text-decoration: underline;">pico ini ya nano juga</span>, tapi saya lebih terbiasa menggunakan pico daripada nano.</p>
<p>Untungnya Distro kesayangan <span style="text-decoration: underline;">(Ubuntu) sudah menyediakan pico</span>, kalau belum ada pun saya akan berusaha menginstall pico/nano.</p>
<p>Jadi bagi yang belum terbiasa dengan pico dan ingin ikut dengan saya berikut pelajaran pertamanya :</p>
<p>Mengenal sekilas text editor versi TUI, <span style="text-decoration: underline;">pertama kita harus tahu bagaimana masuk dan bagaimana keluarnya</span>, ini berlaku juga untuk yang lain, seperti bisa menyalakan komputer kita juga dituntut harus bisa menyalakan dan mematikan komputer sesuai prosedur, begitu juga dengan aplikasinya.</p>
<p>Masuk ke text editor pico/nano:</p>
<p>untuk mengedit file-file denagn permission user biasa(file-file seperti di home kita) kita langsung saja buka dengan perintah</p>
<blockquote><p>$ pico [enter]</p></blockquote>
<p>(yang diketik cuma &#8220;pico&#8221;, $ adalah tanda kita sebagai user biasa jika sebagai root (super user) akan berganti dengan # dan [enter] maksud saya tekan saja tombol enter)</p>
<p>dan apabila kita hendak menggunakan pico untuk langsung mengedit file</p>
<blockquote><p>$ pico /path/filenya [enter]</p></blockquote>
<p>misal</p>
<p>server@Linux:~$ pico .bashrc</p>
<p>Jika kita login sebegai user biasa dan hendak mengedit file dengan permission yang membutuhkan login sebagai root, yang pertama kita harus login dulu sebagai root atau <span style="text-decoration: underline;">pindah dengan perintah su. </span>Sedangkan pada beberap distro seperti <span style="text-decoration: underline;">ubuntu yang tidak punya user root untuk login kita bisa menggunakan sudo</span></p>
<p>seperti contoh :</p>
<blockquote><p>server@Linux:~$ sudo pico /etc/resolv.conf<br />
[sudo] password for server:</p></blockquote>
<p>masukkan password login kita(bukan password root/user root tidak ada)</p>
<p>Setelah masuk kita coba untuk <span style="text-decoration: underline;">keluar dengan perintah Ctrl+x</span>, jika kita tidak membuat perubahan pada file yang kita buka maka tdak ada pertanyaan overwrite yes/no (<span style="text-decoration: underline;">tekan Y untuk Yes dan N untuk No dan Ctrl+c untuk kembali ke layar pengeditan</span>).</p>
<p>Berikut perintah yang sering saya gunakn di pico</p>
<p>Ctrl+k untuk mengcut baris</p>
<p>Ctrl+u untuk mempaste</p>
<p>Ctrl+w untuk mencari</p>
<p>Ctrl+c melihat nomor baris (jika di layar pengeditan)</p>
<p>Ctrl+c membatalkan perintah (jika di layar dialog)</p>
<p>Ctrl+r membuka file</p>
<p>Ctrl+o menyimpan</p>
<p>Ctrl+x keluar</p>
<p>untuk beberapa perintah yang berkelanjutan sekaligus kita bisa langsung menggabungkan perintah</p>
<p>seperti :</p>
<p>Ctrl+x+y keluar dan langsung menyimpan</p>
<p>Ctrl+x+n keluar tanpa menyimpan</p>
<p>Ctrl+r+t membuka file dari pilihan</p>
<p>dan masih banyak lagi yang mudah dipelajari <span style="text-decoration: underline;">karena perintah yang kita butuhkan langsung terlihat di bagian bawah layar pico</span>, sehingga jika kita lupa kita masih bisa melihatnya. Tidak perlu menghapalnya.</p>
<p>Selamat mencoba, dipraktekkan dan bila perlu dibiasakan, jadi kalo mau sharing dengan saya nggak perlu bingung lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2008/12/02/kebiasaan-yang-berbeda-beda-user-user-linux/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Distro-Distro Linux Yang cocok buat komputer kebanyakan di Indonesia</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2008/09/10/distro-distro-linux-yang-cocok-buat-komputer-kebanyakan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2008/09/10/distro-distro-linux-yang-cocok-buat-komputer-kebanyakan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 08:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Distro]]></category>

		<category><![CDATA[dream linux]]></category>

		<category><![CDATA[dvd repo]]></category>

		<category><![CDATA[fluxbox]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[linux kencang]]></category>

		<category><![CDATA[linux ngebu]]></category>

		<category><![CDATA[linux ringan]]></category>

		<category><![CDATA[repositori]]></category>

		<category><![CDATA[SAM Linux]]></category>

		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<category><![CDATA[xfce]]></category>

		<category><![CDATA[zencafe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Dari dulu pengen sekali mensosialisasikan linux sebagai system operasi yang sejajar dengan OS yang lainnya semacam Windows dan Mac. Akan tetapi di lapangan, yang sering menjadi kendala dalam penerapan linux untuk Komputer Personal adalah masalah tidak semuanya tersedia Koneksi Internet. Sementara seperti Distro Terkenal Ubuntu dan Distro-distro besar lainnya, tidaklah bisa dikatakan langsung bisa dipakai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari dulu pengen sekali mensosialisasikan linux sebagai system operasi yang sejajar dengan OS yang lainnya semacam Windows dan Mac. Akan tetapi di lapangan, yang sering menjadi kendala dalam penerapan linux untuk Komputer Personal adalah masalah tidak semuanya tersedia Koneksi Internet. Sementara seperti Distro Terkenal Ubuntu dan Distro-distro besar lainnya, tidaklah bisa dikatakan langsung bisa dipakai oleh kebanyakan orang Indonesia. Walaupun dikatakan Ubuntu sudah bisa nonton dan dengan lagu, tapi itu cuma format yang didukung ubuntu saja, semenatar koleksi lagu-lagu sudah hampir semuanya mp3 dan untuk memutar mp3 ini ubuntu harus terkoneksi ke repositori untuk menginstall paket-paket yang dibutuhkan. Untuk tersambung ke repositori haruslah memiliki koneksi internet. Sementara ada alternatif yang lain, yaitu menggunakan DVD repositori, nah ini pun masih menjadi kendala dikarenakan tidak semua komputer ada drive DVD romnya, apalagi di daerah setingkat kabupaten ini sangat jarang sekali. Bagi yang memiliki DVDrom pun masih berpikir ulang untuk memiliki DVD Repo, karena bisa dibayangkan, hanya untuk menginstall beberapa Mb file program harus memiliki berGb-Gb file yang tidak semuanya dibutuhkan. Akhirnya semua alternatif untuk memiliki OS yang murah dan legal bukannya menjadikan murah pengeluaran, bahkan menjadi sangat besar, bagaimana tidak, untuk biaya koneksi internet harus menyediakan line telepon dll, yang jelas tidak murah, untuk memiliki dvd Repo yang 6 DVD sepertinya sangat berlebihan sekali hanya untuk memutar lagu kesayangan dengan format mp3. Dibawa ke teknisi, jarang teknisi yang ngerti linux, kalau dibawa ke yang ngerti nggak mungkin nggak ngasih lebih dengan kelebihan yang dimiliki si teknisi. Yang jelas harus mikir untuk ngasih lebih. Akhirnya rata-rata linux hanya digunakan untuk test dan lihat-lihat saja. tak digunakan.</p>
<p>Tapi sebenarnya disinilah keistimewaan Linux, tak bisa dengan distro yang satu jangan takut untuk ambil yang lain. Jangan terpaku dengan nama besar distro yang banyak dipakai dan rame dibicarakan. Camkan bahwa &#8220;Distro Linux bukan satu&#8221;. Nah, bagaimana melawan gejolak di hati yang maksa kudu pakai distro terkenal ini, sudah kadung bangga dapat kiriman dari Belanda, dari Orang Afrika, Ubuntu mang!. Halah.</p>
<p>Jangan berprasangka buruk dulu, untuk dapat tetap menggunakan distro kesayangan anda kita tidak harus pakai cd sumber yang satu itu saja, buat apa sih mengorbankan kemudahan buat diri sendiri demi cd tercinta? disinilah kadang orang salah sangka dan kurang nangkep beda distro dengan cdnya.</p>
<p>Tidak perlu mengorbankan kinerja demi merasakan kecanggihan distro tercinta.</p>
<p>Kadang-kadang sebagian orang merasa bahwa tenarnya satu distro ini salah satunya dikarenakan kecanggihannya, sehingga banyak yang maksa supaya pakai ini distro, padahal distro tersebut sangat lemot berjalan di PCnya. Buat apa sih berlemot ria demi kecanggihan distro yang &#8220;emang nggak ada yang canggih tapi nggak lemot?&#8221;. Padahal seperti yang saya rasakan sendiri, Ubuntu 8.04 lah misalnya ini jika dipasang di Komputer dengan CPU Pentium III 800Mhz dan RAM 256 saja masih sangat berat ditanggung si komputer, jalannya bak siput, (jika dibandingkan dengan menggunakan WinXP bajakan yang diminimalis abis). Apa betah seperti ini?.</p>
<p>Tidak perlu mengorbankan kecanggihan demi kinerja. <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lha ini kebalik pula? Untuk dapat merasakan Distro kesayangan tetap berjalan dikomputer kesayangan sebagian dari kita harus rela kecanggihan distro tersebut dikorbankan demi biar bisa kerja dengan wuss-wuss wussss&#8230;.</p>
<p>Solusinya&#8230; Nggak ada yang perlu dikorbankan.</p>
<p>Banyak distro-distro gurem. (halah emang partai apa.) yang sebenarnya jauh lebih canggih dan lebih memikirkan penggunanya. Kenapa bisa begitu? karena distro gurem ini tidak banyak mikir ke lisensi, apa iya sih perusahaan besar tega menuntut seorang pribadi yang nggak ngambil keuntungan apa-apa secara materi dari memanfaatkan software, pustaka, atau fitur yang memang gratis.</p>
<p>Nggak perlu koneksi internet kalau memang nggak ada.</p>
<p>Banyak distro-distro yang bukan dari perusahan atau komunitas yang besar justru meracik distronya lengkap sesuai dengan apa yang biasa diperlukan dalam sebuah komputer personal atau pribadi. Langsung bisa muter lagu kesayangan dengan format kesayangan mp3, memutar clip-clip video kesayangan, dan mengerjakan pekerjaan harian.</p>
<p>Nggak perlu 6 keping DVD</p>
<p>Kalau isinya sudah melengkapi keperluan, tentu kita tidak butuh repositori yang begitu banyak filenya, yang memang nggak dipakai semua. untuk penambahan beberapa aplikasi cukup ke warnet download filenya dan install dengan mudahnya. Mengapa begitu? Jika pada distro yang besar tadi, yang tidak bisa memainkan mp3. Yang dibutuhkan untuk memainkan sebuah mp3 bukan hanya aplikasi pemutarnya, tapi butuh juga library atau pustaka-pustaka ini itu. sehingga dependensinya mau sampe puluhan MB.</p>
<p>Nggak perlu meninggalkan distro kesayangan.</p>
<p>Distro-distro gurem juga banyak yang dari turunan distro yang terkenal, jadi tetap saja anda bisa gabung dengan pengguna distro-distro besar. Ceritanya tetap nyambung.</p>
<p>Ini dia distro-distro yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. :</p>
<ul>
<li>SAM Linux (Distro ini turunan PCLinuxOS) Keren, lengkap-lengkip dan manis.</li>
<li>Bisa dipesan <a href="http://pc007.co.cc/computer/software/cd-linux-sam-2008-rc1/prod_57.html">disini untuk yang 2008</a> atau <a href="http://pc007.co.cc/computer/software/cd-linux-sam-2007/prod_53.html">disini yang 2007</a>. 2007 juga masih keren abiez</li>
<li><a href="http://pc007.co.cc/computer/software/cd-linux-dreamlinux-3-1/prod_31.html">Dream Linux</a> (Ini juga masih turunan PCLinuxOS) Tampilannya menawan, cukup lengkap</li>
<li><a href="http://pc007.co.cc/computer/software/cd-linux-mint-5-xfce/prod_56.html">Mint 5 XFCE</a>, Terkenal dengan stylenya yang aduhai.</li>
<li><a href="http://pc007.co.cc/computer/software/cd-linux-goblinx-2-7/prod_9.html">GoblinX</a>, Pustakanya lengkap, sudah ada QT dan GTK, KDE ma Gnomenya juga bisa dicoba, jika berat gunakan XFCE. bahkan fluxbox pun bisa, sangat ringan dan lengkap.</li>
<li><a href="http://pc007.co.cc/computer/software/cd-linux-dewalinux-eiffel/prod_28.html">Dewa Linux Eiffel</a>, yang ini Ubuntu juga. Asli bikinan anak negeri. cuma kodenamenya Eiffel karena diracik di Paris. bukan pasar inpres.</li>
<li><a href="http://pc007.co.cc/computer/software/cd-linux-blankon-lontara/prod_30.html">BlankOn </a>Linux juga sekarang ini Ubuntu, <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><a href="http://pc007.co.cc/computer/software/cd-linux-zencafe-1-4/prod_13.html">ZenCafe</a>, turunan Zenwalk, lengkap, sederhan. banyak dipakai untuk warnet.</li>
</ul>
<p>Masih banyak yang lain. Mau ngasih tahu atau mau tahu? maenkan di comment. <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2008/09/10/distro-distro-linux-yang-cocok-buat-komputer-kebanyakan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SAM Linux 2007 memukau</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2008/08/24/sam-linux-2007-memukau/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2008/08/24/sam-linux-2007-memukau/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 17:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Distro]]></category>

		<category><![CDATA[Older Hardware]]></category>

		<category><![CDATA[SAM Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Screenshot]]></category>

		<category><![CDATA[Warnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini bakar iso-iso yang keren keren untuk ditest, karena kompi server udah nggak mampu lagi maenan virtualbox. HDD 300GB dah penuh iso iso. RAM sibuk ngedownload. CPU juga sibuk, habis semua resource yang ada. Terpaksa korbanin 1 Kompi Client untuk dijadikan kelinci percobaan. lebih enak gini, karena dapat realnya.
OK test kali ini sampai di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini bakar iso-iso yang keren keren untuk ditest, karena kompi server udah nggak mampu lagi maenan virtualbox. HDD 300GB dah penuh iso iso. RAM sibuk ngedownload. CPU juga sibuk, habis semua resource yang ada. Terpaksa korbanin 1 Kompi Client untuk dijadikan kelinci percobaan. lebih enak gini, karena dapat realnya.</p>
<p>OK test kali ini sampai di SAM Linux 2007, sebetulnya kalo nggak salah ini iso udah duluan di download daripada DVD-DVD, tapi karena kebanyakan sudah, akhirnya lupa yang mana-mana, terpaksa searching lagi di internet. Kemaren pas cek lagi ke situsnya masing-masing wah nemu screenshotnya.. masya Allah. Nggak tahan lagi untuk ngetest nih di real kompi. eh cuma ngetest GoblinX blom selesai. Penasaran ama SAM ini seperti apa yang tampilannya. ah sepertinya ini yang bikin pertanyaan. Kalau Dream Linux udah kelihatan. Jadilah bakar cd SAM Linux. langsung diboot ke kompi di salah satu client warnet. padahal baru abis ngetest GoblinX blom puas.</p>
<p>Begitu CD dimasukin, boot&#8230; wah baru tampil booting aaja udah full warna, cantik betul. nggak sabar nunggu tampilan selanjutnya, yaitu login windownya, nggak sabar lagi gimana tampilannya, waaah iconnya keren, plug&#8230; muncul menu seperti punya MAC, tapi diatas, ada volume controlnya juga bagus, keren abis.</p>
<p>Terus nggak sabar untuk ngetest gimana ringannya, wah ternyata ringan banget dengan tampilan secantik ini. Puas, pokoknya Nilai 9 lah kalo di rapor.</p>
<p>Aplikasinya gimana? wah jangan ditanya, udah ada 2 pilihan untuk Officenya, mau yang ringan ada abiword ama gnumeric, mau yang optimal, pake OOo sudah ada. Multimedianya bagaimana? lengkap, coba muter mp3 langsung dari mp3 server yang dibuka di Firefox, wah langsung bisa diputar pake XMMS. ah pokoknya Senang sekali ngetest hari ini. nggak sabar pengen pake sendiri buat kerja atau dijadiin OS di client.</p>
<p>Dijalankan di Komputer dengan spesifikasi hardware :</p>
<p>Processor : Intel Pentium  III (Katmai) 500 Mhz</p>
<p>RAM : 256MB</p>
<p>Monitor resolusi enaknya 1024&#215;768 24 bit. dan ini pula defaultnya SAM Linux.</p>
<p>Selanjutnya test diinstall di Komputer, sayang setelah diinstall settingan seperti di livenya hilang, tapi nggak susah untuk mensettingnya. test cantik. <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Nggak perlu ngiler kalo pengen punya yang seperti ini, bisa pesan sama saya di <a title="Jualan CD Linux Online" href="http://pc007.co.cc">http://pc007.co.cc</a> nggak pake mahal, untuk bulk order bisa langsung kontak saya dari fasilitas Contact Us.</p>
<p>OK ini dia Screenshotnya</p>
<div id="attachment_20" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2008/08/screenshot-1.png"><img class="size-medium wp-image-20" title="screenshot-1" src="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2008/08/screenshot-1-300x225.png" alt="satu lagi samlinuxnya" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">satu lagi samlinuxnya</p></div>
<div id="attachment_19" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2008/08/screenshot.png"><img class="size-medium wp-image-19" title="screenshot" src="http://pasid.linux.or.id/wp-content/uploads/2008/08/screenshot-300x225.png" alt="Ini dia tampilannya" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ini dia tampilannya SAM Linux 2007</p></div>
<p>Lebih banyak :</p>
<table style="width: 194px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background: transparent url(http://picasaweb.google.com/f/img/transparent_album_background.gif) no-repeat scroll left center; height: 194px;" align="center"><a href="http://picasaweb.google.com/darojatun/LinuxScreenshot"><img style="margin:1px 0 0 4px;" src="http://lh5.ggpht.com/darojatun/SLJpQaOuBRE/AAAAAAAAAGo/H7iVMp9bwFM/s160-c/LinuxScreenshot.jpg" alt="" width="160" height="160" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px"><a style="color:#4D4D4D;font-weight:bold;text-decoration:none;" href="http://picasaweb.google.com/darojatun/LinuxScreenshot">Linux Screenshot</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sebagai Tambahan setelah semakin banyak yang ditelusuri di SAM Linux 2007 ini. Sam Linux sudah terinstall Program-program yang biasa diperlukan seperti :</p>
<ul>
<li>Mozilla Firefox : untuk Browsing Internet</li>
<li>Opera : sama</li>
<li>Mozilla Thunderbird : Email Client</li>
<li>Gimp : Gantinya Photosop</li>
<li>Sodipodi : Gantinya : Coreldraw</li>
<li>XMMS : Pemutar Lagu yang mirip Winamp (Walaupun sekarang di distro lain sudah digantikan dengan Audacious, menunggu pengembang XMMS upgrade ke GTK2)</li>
<li>Wine : Emulator Windows yang mana kita bisa menjalankan software binarynya windows di Linux.(lihat screenshot, wine menjalankan hampir semua software windows saya yang di flashdisk(Portable Apps) seperti OpenOfficenya Windows, Opera, Putty, Winamp, Abiword, dll)</li>
<li>OpenOffice.org Komplit (Write gantinya Word, Calc gantinya Excel, Draw, gantinya Corel, Impress gantinya Powerpoint)</li>
<li>Abiword : Word prosessor yang simple dan ringan.</li>
<li>Gnumeric : Gantinya Excel juga tapi ringan.</li>
<li>dan beberapa aplikasi lain yang perlu-perlu.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2008/08/24/sam-linux-2007-memukau/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pindah Hosting lagi, yang gratis lagi</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2008/08/19/pindah-hosting-lagi-yang-gratis-lagi/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2008/08/19/pindah-hosting-lagi-yang-gratis-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 15:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>

		<category><![CDATA[Bandwidth]]></category>

		<category><![CDATA[domain]]></category>

		<category><![CDATA[Free Hosting]]></category>

		<category><![CDATA[webhosting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berpindah-pindah dari satu web hosting gratisan ke web hosting gratisan yang laen, kini pasid.linux.or.id pindah lagi&#8230;. horeee pindah lagi.  ke web hosting &#8230;. gratisan lagi. hiks. gratisan terus eui.
tapi ada satu yang membedakan gratisan yang terakhir ini, yaitu ada fasilitas smtpnya, atau phpmailnya bisa jalan alias bisa kirim email dari web. misal untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah berpindah-pindah dari satu web hosting gratisan ke web hosting gratisan yang laen, kini pasid.linux.or.id pindah lagi&#8230;. horeee pindah lagi. <img src='http://pasid.linux.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ke web hosting &#8230;. gratisan lagi. hiks. gratisan terus eui.</p>
<p>tapi ada satu yang membedakan gratisan yang terakhir ini, yaitu ada fasilitas smtpnya, atau phpmailnya bisa jalan alias bisa kirim email dari web. misal untuk pengiriman permintaan password yang baru.</p>
<p>Tampaknya sih yang terakhir ini nggak ada iklan ini itunya, tapi kalau kita jeli ternyata ada juga si empunya hosting nitip kode dikit. dibawah di luar &lt;body&gt; web ini. lalu apa sih keuntungannya yang punya web hosting ngasih gratisan dengan fasilitas yang lumayan?. Tentu ada untungnya, bahkan sangat banyak. Salah satunya adalah apabila salah ketik alamat urlnya, maka error page 404 akan membawa anda ke sebuah halaman yang sudah dirancang oleh siempunya server.</p>
<p>Walaupun gratisan server tempat blog ini dihosting nggak main-main.  Boleh dilihat disini :</p>
<blockquote>
<div class="sidebar_head_1">
<div class="text_hl_background_1">General Information<span class="text_hl_foreground_1">General Information</span></div>
</div>
<div class="sidebar_box_1">
<ul>
<li>
<p class="sidebar_box_text_right">Hosting package = Free Hosting</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_left">Email Address = Unlimited</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_right">FTP accounts = 1 / 1</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_left">Subdomains  = 0 / 6</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_right">Addon Domain = 2/ 6</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_right">Parked Domains = 0 / 6</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_right">MySQL Databases = 3 / 3</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_right">Disk space quota = 300 MB</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_right">Bandwidth quota = 10240 MB</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_right">Bandwidth used = 68 MB</p>
</li>
<li>
<p class="sidebar_box_text_right">Bandwidth left = 10172 MB</p>
</li>
</ul>
<p>Kalau bayar sudah berapa?</p></div>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2008/08/19/pindah-hosting-lagi-yang-gratis-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang di Pasid.linux.or.id</title>
		<link>http://pasid.linux.or.id/2008/07/13/selamat-datang-di-pasidlinuxorid/</link>
		<comments>http://pasid.linux.or.id/2008/07/13/selamat-datang-di-pasidlinuxorid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 14:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[KPLI]]></category>

		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<category><![CDATA[Padangsidimpuan]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<category><![CDATA[pasid]]></category>

		<category><![CDATA[PLUG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pasid.linux.or.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang kembali di Pasid.linux.or.id dan selamat datang kembali Pasid.linux.or.id :).
pasid.linux.or.id memang nggak keurus
halooo…. orang Padangsidimpuan… ada nggak yang mau ngurus ini web?
kalau ada hubungi darojatun[at]gmail.com
Pasid.linux.or.id ini memang dibangun masih di lahan gratisan, artinya masih di hosting gratisan yang memang masih ada saja kekurangannnya. tapi untuk pasid.linux.or.id yang sekarang ini hanya cuma 1 lagi kurangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang kembali di Pasid.linux.or.id dan selamat datang kembali Pasid.linux.or.id :).<br />
pasid.linux.or.id memang nggak keurus<br />
halooo…. orang Padangsidimpuan… ada nggak yang mau ngurus ini web?<br />
kalau ada hubungi darojatun[at]gmail.com<br />
Pasid.linux.or.id ini memang dibangun masih di lahan gratisan, artinya masih di hosting gratisan yang memang masih ada saja kekurangannnya. tapi untuk pasid.linux.or.id yang sekarang ini hanya cuma 1 lagi kurangnya dalam hal hosting, yaitu nggak bisa kirim email dari web. Ada satu layanan yang tak diberikan untuk akun gratis tanpa banner. di hosting yang sekarang ini, sudah lebih 2 tahun dan belum ada perubahan akan adanya banner atau iklan paksaan dari yang punya hosting <span style="text-decoration: line-through;">walaupun sepertinya sekarang pihak </span>pemiling hosting<span style="text-decoration: line-through;"> sudah tidak ada</span> buat <span style="text-decoration: line-through;">lagi </span>program gratisan. bisa di lihat di <span style="text-decoration: line-through;">AwardSpace</span> iklan dikit siapa tahu jadi berbaik hati ngasih fasilitas smtp gratis.</p>
<p>dan pasid.linux.or.id ini dibangun dengan wordpress</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pasid.linux.or.id/2008/07/13/selamat-datang-di-pasidlinuxorid/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
